PURWAKARTA ONLINE - Bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Dalam bulan ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur'an dan mewajibkan umat Islam untuk berpuasa sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadis.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai keutamaan Ramadhan, dalil puasa, niat puasa, amalan ibadah, serta hal-hal yang membatalkan puasa berdasarkan fikih Imam Syafi'i.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an mengenai kewajiban puasa di bulan Ramadhan:
1. Dalil dari Al-Qur'an
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah..." (QS. Al-Baqarah: 185)
Baca Juga: Negara Rugi Rp193 T, Berapa Kerugian Masyarakat? Korupsi Pertamina Patra Niaga
2. Dalil dari Hadis
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam Mazhab Syafi'i, niat puasa wajib dilakukan setiap malam sebelum fajar. Berikut lafadz niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardi ramadhāna hādzihis-sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."