• Kamis, 6 Oktober 2022

Bagaimana larangan ekspor bahan mentah berhasil tingkatkan investasi Indonesia di awal tahun

- Kamis, 12 Mei 2022 | 07:58 WIB
 Ilustrasi. Presiden Joko Widodo saat meresmikan pabrik fasilitas pengolahan dan pemurnian Nikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.  (SETPRES)
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo saat meresmikan pabrik fasilitas pengolahan dan pemurnian Nikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. (SETPRES)

Purwakarta Online - Larangan ekspor bahan mentah berhasil mendorong terjadinya hilirisasi investasi di Indonesia, khususnya industri pengolahan nikel serta industri besi dan baja.

Pertumbuhan investasi di luar Jawa saat ini cukup stabil dan terus mengalami peningkatan secara signifikan. Pada periode triwulan I-2022 realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp133,7 triliun dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp148,7 triliun.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2021, terjadi kenaikan investasi di Jawa sebesar 26,9% dan peningkatan investasi di luar Jawa sebesar 30,0%. Pertumbuhan investasi di luar Jawa terlihat dengan masuknya Provinsi Riau dan Sulawesi Tengah ke dalam lima besar lokasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan I-2022.

Baca Juga: TAK SEINDAH DI LAYAR... : Birokrat vs Orang Kampung

Tiga provinsi luar Jawa dengan realisasi investasi PMA terbesar, yaitu Sulawesi Tengah yang menempati peringkat pertama dengan persentase sebesar 12,9% diikuti dengan Riau 9,9% dan Maluku Utara sebesar 7,3%.

“Saya diperintah Presiden untuk mewujudkan investasi yang inklusif dan berkualitas yaitu adanya keseimbangan realisasi investasi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan mineral, serta tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di daerah. Untuk itu, seluruh unit di Kementerian Investasi/ BKPM dengan upaya out of the box melakukan langkah-langkah dalam rangka pencapaian investasi inklusif,” jelas Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia.

Pada 27 April 2022, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasi data capaian realisasi investasi pada triwulan I (periode Januari–Maret) untuk 2022. Realisasi investasi pada triwulan I yakni sebesar Rp282,4 triliun, lebih tinggi 28,5% dibandingkan periode yang sama pada 2021. Capaian triwulan I-2022 juga meningkat 16,9% dibandingkan triwulan IV-2021. Capaian triwulan I-2022 berkontribusi sebesar 23,5% dari target realisasi yang dicanangkan sebesar Rp1.200 triliun.

Baca Juga: Orang Slow Living saat menyetir

Dalam dua triwulan terakhir, Amerika Serikat masuk ke dalam lima besar negara asal PMA yang membuktikan adanya diversifikasi sumber negara asal yang tidak hanya terfokus pada wilayah Asia Timur. Lima besar negara asal PMA adalah Singapura (USD3,6 miliar, 34,8%); Hongkong, RRT (USD1,5 miliar, 15,0%); RR Tiongkok (USD1,4 miliar, 13,2%); Jepang (USD0,8 miliar, 8,0%); dan Amerika Serikat (USD0,6 miliar, 6,1%).

“Dengan peningkatan persentase capaian realisasi investasi triwulan I-2022 meningkat menjadi dua digit dibanding triwulan I-2021, hal ini menunjukkan keyakinan investor dalam dan luar negeri semakin meningkat terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di bidang investasi,” kata Bahlil Lahadalia.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Video Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan - Pemalang KM 253

Senin, 19 September 2022 | 08:16 WIB

DAFTAR KORBAN KECELAKAAN BERUNTUN di Tol Pejagan KM 253!

Senin, 19 September 2022 | 07:50 WIB

MENGERIKAN, TRAGEDI TOL PEJAGAN KM 253, Laporan Lengkap!

Senin, 19 September 2022 | 07:25 WIB
X