Derita Prajurit Muslimah di Amerika yang diperlakukan buruk!

- Minggu, 1 Mei 2022 | 00:23 WIB
Prajurit perempuan Amerika Serikat, Cecilia Valdovinos yang seorang mualaf mendapatkan perlakuan tidak baik oleh komandannya karena dipaksa membuka jilbab di depan umum
Prajurit perempuan Amerika Serikat, Cecilia Valdovinos yang seorang mualaf mendapatkan perlakuan tidak baik oleh komandannya karena dipaksa membuka jilbab di depan umum

Purwakarta Online - Prajurit perempuan di Amerika Serikat harus menerima perlakuan buruk di kesatuannya. Perlakuan buruk yang didapat oleh prajurit perempuan tersebut diterima dari komandannya sendiri.

Tidak hanya menerima perlakuan buruk yang mengarah kepada fisik, prajurit yang diketahui seorang muslimah ini juga diperintahkan harus melepas jilbabnya di hadapan banyak orang.

Artikel ini telah tayang di Hops.ID, dengan judul 'Miris, prajurit perempuan Amerika Serikat dipaksa buka jilbab di depan umum oleh Komandan'.

Prajurit perempuan itu bernama Sersan Cecilia Valdovinos dari Batalyon Dukungan Brigade ke-704 Angkatan Darat Amerika Serikat.

Baca Juga: Pihak yang bagikan kaos 'Anies Presiden Indonesia akhirnya terbongkar!

Perempuan yang memutuskan untuk menjadi mualaf pada tahun 2016 lalu itu mendapatkan izin dari Komandan Brigade, Kolonel David Zinn pada tahun 2018 untuk bisa mengenakan jilbab ketika bertugas.

Intimidasi yang Cecilia dapat karena dirinya berjilbab didapatkan ketika berada di Kapel, Fort Carson, Colorado. Keberadaannya di sana pada tahun 2019 untuk pengarahan pencegahan bunuh diri.

Hal yang tak diduga datang ketika komandannya, Sersan Mayor Kerstin Montoya tiba-tiba mencengkram lengan Cecilia dan menariknya keluar ruangan.

Baca Juga: Menjelang Hari Bidan Sedunia tanggal 5 Mei

Saat di luar ruangan, Sersan Mayor Kerstin Montoya memaksanya untuk melepaskan jilbab di depan banyak orang.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: HopsID

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X