PURWAKARTA ONLINE, Kiarapedes - Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Jami Al-Makmur, Dusun 2 Legokbarong, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta, ada satu kabar yang menarik perhatian.
Ajengan Ahmad Mulyadi, yang memberikan tausiyah dalam acara tersebut, mengungkap fakta mengejutkan: Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang ulama besar yang menjadi guru pendiri Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), ternyata pernah menimba ilmu di Purwakarta.
"Syekh Nawawi Al-Bantani pernah mondok di Syech Baing Yusuf di Purwakarta pada usia 13 tahun," ungkap Ajengan Ahmad Mulyadi saat menyampaikan ceramah.
Fakta ini membuat jamaah tercengang, mengingat tak banyak yang mengetahui bahwa ulama internasional ini pernah singgah di Purwakarta untuk menimba ilmu agama.
Baca Juga: PERSIB Bandung Minta Suporter PSIS Tidak Hadir di Stadion Si Jalak Harupat pada 15 September 2024
Haul Syekh Baing Yusuf Didukung Nahdlatul Ulama
Setiap Sabtu ketiga di bulan Safar, diadakan Haul Syekh Baing Yusuf di Purwakarta.
Ajengan Ahmad Mulyadi menyebutkan bahwa Haul tersebut kini mendapat dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU), sehingga berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu Sabtu, Ahad, dan Senin.
Pesan Spiritual Ajengan Ahmad Mulyadi
Dalam tausiyahnya, Ajengan Ahmad Mulyadi juga mengajak jamaah untuk memperbanyak shalawat dan menekankan pentingnya ibadah yang sungguh-sungguh, terutama shalat tepat waktu.
“Bersyukur kita ditakdirkan menjadi pengikut Ahli Sunnah Wal Jama'ah,” ucapnya, mengingatkan jamaah akan pentingnya bersyukur dan menjalankan ajaran agama dengan benar.
Baca Juga: Kesiapan Persib Bandung Hadapi PSIS, Beckham Putra Siap Tampil Usai Cedera
Profil Singkat Syekh Nawawi Al-Bantani
Syekh Nawawi Al-Bantani, lahir di Tanara, Serang, sekitar tahun 1813, merupakan salah satu ulama besar asal Indonesia yang namanya mendunia.