Pendidikan Guru Penggerak dan Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

- Jumat, 4 November 2022 | 12:41 WIB
Ki Hadjar Dewantara (Instagram/@aditya.aceka)
Ki Hadjar Dewantara (Instagram/@aditya.aceka)

Oleh: Rendra Bagus Cahyono, S.Pd., Gr

PURWAKARTA ONLINE, Jakarta - Pendidikan guru penggerak telah sampai pada angkatan ke-7, PGP merupakan pengembangan keprofesian yang berkelanjutan yang mendorong seluruh pendidik yaitu guru untuk mampu menjadi pemimpin pendidikan dengan sebuah dedikasi yang diimbangi dengan rasa berani. Berani untuk berubah menjadi lebih baik, berani untuk merefleksi diri terhadap setiap kegiatan yang telah dilaksanakan, dan keberanian untuk menjadi pemimpin perubahan.

Pendidikan guru penggerak di Kabupaten Purwakarta diikuti oleh 84 Orang Calon Guru Penggerak dan 12 Pengajar Praktik yang tersebar dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta. Sebagai bagian dari pendidikan guru penggerak saya sebagai CGP dari Kecamatan Kiarapedes berada pada kelompok dengan Fasilitator Ibu Gilang Asri Devianty, Bapak Ahmad Ali Nurdin, S.Pd., M.Pd sebagai pengajar Praktik serta enam calon guru penggerak lainnya yaitu Ida Oktiawati, S.Pd, Anzar Pujiraharjo, S.Pd., Gr, Elis Haryati, S.Pd, Irmansyah Budi Setyawan, S.Pd, Nurhayati, S.Pd, dan Reny Andriani, S.Pd.

Dalam proses pendidikannya para CGP dilakukan melalui Learning Management System (LMS), dimana LMS ini menjadi jembatan penghubung untuk melakukan tugas dan pertemuan secara virtual melalui gmeet yang terinput pada sistem LMS tersebut. Pembelajaran dimana blended learning, berbasis lapangan, dan pendekatan andragogik menjadi kunci utama dalam proses pendidikan calon guru penggerak.

Baca Juga: 7 Paracetamol Drop dan Sirup PT Afi Farma Sebabkan Gagal Ginjal, Kepala BPOM: Melebihi Ambang Batas!

Baca Juga: 5 Pengedar Narkoba berhasil Ditangkap Polres Metro Depok sepanjang Oktober 2022!

Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak Angkaatan Ke-7 dimulai dengan pembukaan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu Nadiem Anwar Makarim, BA., M.BA (20/10/2022)

“Bahwa dasar pencanangan program pendidikan guru penggerak ini adalah sebuah dedikasi pendidik yang harus diimbangi dengan rasa berani yaitu keberanian untuk refleksi diri, keberanian untuk berubah lebih baik, dan keberanian untuk menjadi pemimpin perubahan. Inilah Dasar program ini dimana kegiatannya lebih komprehensif dan membantu guru untuk mengembangkan dirinya.” Ujar Pak Menteri dalam sambutannya

Dilanjutkan pemaparan dari Balai Besar Guru Penggerak Jawa Barat yang memaparkan mengenai orientas program dan Learning Managament System (LMS). Pada kegiatan ini disampaikan bahwa peserta PGP Angkatan 7 untuk wilayah provinsi Jawa Barat sebanyak 2.372 CGP, 391 Pengajar Praktik. Calon Guru Penggerak akan mengerjakan 10 Modul Pembelajaran, dengan pembelajaran dilaksanakan di tempat kerja, lokakarya bersama guru lain yang didampingi pengajar praktik, CGP belajar dan mengerjakan tugas-tugas melalui LMS, dan CGP akan melaksanakan aksi nyata.

Baca Juga: Jaksa Minta ART Ferdy Sambo jadi Tersangka, karena Bohong Terus di Pengadilan!

Baca Juga: Mahfud MD: 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Bisa Bertambah jadi 10!

Kegiatan Pendidikan Calon Guru Penggerak terus berlanjut mulai dari pengisian pre-tes modul (21/10/2022), Lokakarya Orientasi (22/10/2022), Mulai dari diri-eksplorasi konsep (24/10/2022), pengenalan kembali lms secara virtual melalui gmeet dari BBGP (25/10/2022), Eksplorasi Konsep-Forum Diskusi (26/10/2022), Ruang Kolaborasi Virtual (27/10/2022), Ruang Kolaborasi-Presentasi (28/10/2022), Demonstrasi Kontekstual (31/10/2022), Elaborasi Pemahaman dan Koneksi antar materi (2-3/11/2022), Aksi Nyata (4/11/2022), Jurnal dwi mingguan (5/11/2022) untuk modul 1.1 Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara.

Dalam proses pembelajaran mengenai Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, CGP Memahami tentang filosofi pendidikan menurut ki Hadjar Dewantara antara lain:

a) Bahwa pendidikan adalah proses menuntun

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

China, negara komunis yang sangat kapitalis!

Minggu, 19 Februari 2023 | 18:29 WIB

Gaya hidup ala Nahdliyyin!

Jumat, 17 Februari 2023 | 20:13 WIB

Memaknai Sumpah Pemuda di Indonesia Pasca Pandemi!

Senin, 24 Oktober 2022 | 14:24 WIB
X