"Ini adalah pengkhianatan terhadap organisasi. Kami sudah melapor ke polisi karena ini adalah langkah yang melawan hukum," tegas JK.
Kalla juga mengklaim bahwa pihak yang mendukung Agung telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI dan telah dipecat dari kepengurusan PMI.
Ketegangan semakin memuncak ketika Agung Laksono mengungkapkan bahwa beberapa pengurus daerah PMI yang merasa tidak terwakili dan kecewa dengan proses tersebut memilih untuk menarik diri dari Munas yang diadakan di Jakarta.
Hal ini semakin memperburuk citra PMI di mata publik, yang kini terpecah menjadi dua kubu dengan klaim sah masing-masing.
Baca Juga: PAFI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kiat Sehat di Musim Hujan untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
Bagi Agung, meski ada langkah hukum yang dilakukan oleh kubu Jusuf Kalla, ia menegaskan bahwa ini adalah masalah prosedural dalam organisasi.
"Kita tidak menganggap ini sebagai tindak pidana. Ini adalah masalah yang harus diselesaikan dengan mekanisme internal organisasi," katanya, seraya menyebutkan bahwa ia siap legawa jika kalah dalam pemungutan suara, tetapi tidak bisa menerima prosedur yang menurutnya penuh dengan ketidakadilan.
Polemik ini menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan relawan dan pengurus PMI di seluruh Indonesia.
Menurut Sudirman Said, mantan Sekretaris Jenderal PMI, dualisme kepengurusan ini mengabaikan prinsip-prinsip dasar dalam gerakan kemanusiaan internasional.
Baca Juga: PAFI Hulu Sungai Utara Gelar Penyuluhan Pentingnya Membaca Label Obat untuk Kesehatan
"Setiap negara hanya mengenal satu organisasi Palang Merah. Indonesia memilih Palang Merah, dan ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018," ungkapnya.
Dalam sambutannya di Munas XXII PMI, Jusuf Kalla mengajak seluruh pengurus dan relawan PMI untuk lebih aktif dalam membantu pemerintah menangani bencana.
Namun, ketegangan yang terjadi dalam proses pemilihan ini justru menambah tantangan besar bagi PMI di masa depan, yang kini dihadapkan pada perpecahan internal yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi kemanusiaan terbesar di Indonesia.
Dengan situasi yang semakin memanas, kedua belah pihak masih berusaha mencari jalan tengah, namun penyelesaian yang cepat tampaknya masih jauh dari jangkauan.
Baca Juga: Jusuf Kalla Sebagai Ketum PMI Sebut Munas Tandingan Sebagai Pengkhianatan, Ini Alasannya!
Artikel Terkait
Ciro Alves Siap Kerja Keras, Targetkan Tiga Poin untuk PERSIB
PERSIB vs Malut United, Ciro Alves Yakin Bawa Kemenangan
Pajak Kendaraan Bermotor Tambah Berat, Ini Aturan Baru Mulai 2025!
Komponen Pajak Kendaraan Motor Bertambah Jadi Sembilan Mulai 2025
Indonesia vs Laos, Saling Berbalas Gol di Babak Pertama Piala AFF 2024
Pemilik Kendaraan Baru Wajib Bayar Pajak Tambahan Mulai 2025
Profil PAFI Kabupaten Malinau, Peran Strategis Ahli Farmasi dalam Pembangunan Kesehatan
PAFI Kota Andoolo, Kiprah Ahli Farmasi Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Sulawesi Tenggara
PAFI Tabanan, Garda Terdepan Farmasi untuk Kesehatan di Bali
PAFI Sumbawa Barat Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Rokok