PURWAKARTA ONLINE - Masalah kebersihan ternyata bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kesehatan mental keluarga dan efisiensi anggaran daerah.
Hal ini ditekankan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, saat memberikan sambutan di acara Halal Bihalal Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Jatiluhur, Purwakarta, Kamis (9/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Om Zein mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk para ibu rumah tangga di Purwakarta, untuk menghidupkan kembali budaya "Ngosrek" atau gerakan bersih-bersih secara mandiri.
"Sampah adalah 'produk' yang kita (manusia) buat sendiri, semestinya harus dibereskan oleh kita sendiri. Dengan Ngosrek (gerakan bersih-bersih), baik di rumah, di lingkungan, di tempat kerja, menjadi Purwakarta wilayah yang asri dan sehat," tegas Om Zein di hadapan para petani.
Baca Juga: Beckham Putra Lulus Sarjana Ilmu Pemerintahan Unjani di Tengah Jadwal Padat Persib dan Timnas
Ngosrek: Solusi Hemat Anggaran dan Cegah Penyakit
Bupati menekankan bahwa membiarkan tumpukan sampah atau kondisi rumah dan lingkungan yang kotor hanya akan membawa dampak buruk yang panjang bagi masyarakat Purwakarta.
"Gara-gara sampah dibiarkan, akan memakan anggaran besar untuk penanggulangan dampaknya. Orang pada sakit, banjir, wabah penyakit dan lain sebagainya," lanjut Om Zein.
Pesan ini sangat relevan bagi para Bunda di Purwakarta. Mengelola kebersihan rumah bukan sekadar tugas rutin, melainkan upaya menjaga agar keluarga terhindar dari kuman penyakit dan membantu wilayah Purwakarta tetap hijau.
Terapkan 'Micro-Cleaning': Cara Praktis "Ngosrek" di Tengah Kesibukan
Mungkin banyak Bunda yang merasa kewalahan jika harus melakukan kerja bakti besar-besaran setiap hari. Namun, semangat "Ngosrek" yang disampaikan Om Zein bisa diaplikasikan dengan teknik Micro-Cleaning.
Cukup luangkan waktu 5 hingga 10 menit saja untuk melakukan aksi nyata di rumah:
1. Ngosrek Area Kamar Mandi Secara Kilat
Seperti pesan Om Zein, jangan biarkan kotoran menumpuk. Sikat kecil lantai kamar mandi setelah digunakan agar tidak berlumut dan menyebabkan penyakit.
Artikel Terkait
Bukan Petugas SPBU, Aksi Satpam BRI Ini Panen Pujian! Gercep Bantu Kebakaran Minibus di Depan Kantor Pakai APAR
Emosi Memuncak! Pengeroyokan Brutal di Hajatan Tewaskan Warga Purwakarta, Pelaku Mabuk Ditangkap 2026
Geram! Dedi Mulyadi Apresiasi Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Maut di Hajatan Purwakarta 2026
Tegas! Bupati Purwakarta Perketat Izin Hajatan Usai Pengeroyokan Maut di Campaka 2026
Resmi! H. Ujang Alim Kembali Pimpin KTNA Purwakarta 2026-2031, Pelantikan Bersama Om Zein Diwarnai Tebar Benih Ikan di Jatiluhur
Aksi Nekat! Pencurian di Purwakarta Saat Salat Jumat, Rp20 Juta Raib di Maracang
Pakai Teleskop Sendiri, Bima Nasution Rekam Orion Artemis 2 dari Bogor Secara Real-Time
Rute Kereta Murah Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Praktis dan Cocok untuk Semua Penumpang
BBN Bobibos Masuk Tahap Uji Jalan, ESDM Uji Bahan Bakar dari Jerami untuk Tekan Impor BBM
Beckham Putra Lulus Sarjana Ilmu Pemerintahan Unjani di Tengah Jadwal Padat Persib dan Timnas