Habib Syech Hak Ciptakan Lagu Yalal Wathon, Bejo: Kurang Ajar!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Selasa, 3 September 2024 | 06:05 WIB
Habib Syech bin Abdul Qodir As Segaf dituduh hak ciptakan lagu Yalal Wathon atau Mars Syubanul Wathon (Instagram/syaikhassegaf)
Habib Syech bin Abdul Qodir As Segaf dituduh hak ciptakan lagu Yalal Wathon atau Mars Syubanul Wathon (Instagram/syaikhassegaf)

"Mereka hanya numpang di sini, sebagai imigran dari Yaman. Tahu-tahu semuanya diklaim, dihak-ciptakan oleh mereka. Ini kurang ajar!" seru Bejo.

Baca Juga: Romantisnya Tika Kartika Dilamar Berubah Menjadi Kontroversi, Kartika Bilang Tak Punya Suami

Tuntutan Terhadap PBNU

Bejo menuntut agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengambil sikap tegas terhadap klaim hak cipta ini.

Ia menegaskan bahwa lagu "Yalal Wathon" adalah milik bersama warga NU dan tidak boleh dihak ciptakan oleh individu atau kelompok manapun.

"Ini PBNU harus bersikap tegas, ini harus meluruskan ini. Jangan sampai semuanya diklaim. Yang mendirikan NU, Habib. Habis kita!" tegas Bejo.

Menurut Bejo, tindakan Habib Syech ini bukan hanya sekadar masalah hak cipta, tetapi juga merupakan upaya penguasaan oleh kelompok tertentu yang bisa membahayakan keutuhan dan warisan budaya NU.

Ia mengingatkan bahwa jika tindakan seperti ini dibiarkan, bisa jadi banyak warisan budaya NU lainnya yang juga akan diklaim oleh pihak-pihak tertentu.

Baca Juga: BBM Pertalite Dihapus? Anda Perlu Tahu Fakta Isu Panas Ini

Sejarah dan Makna Lagu "Yalal Wathon"

Lagu "Yalal Wathon" memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Diciptakan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1934, lagu ini menjadi simbol kebangkitan dan semangat cinta tanah air di kalangan pemuda NU.

Dengan lirik yang penuh semangat patriotisme, "Yalal Wathon" telah menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap acara besar NU, terutama di kalangan Ansor dan Banser.

Lagu ini tidak hanya dinyanyikan sebagai bentuk ekspresi cinta tanah air, tetapi juga sebagai simbol persatuan dan kebanggaan atas identitas keagamaan dan kebangsaan.

Baca Juga: Pejabat Purwakarta Semalaman di Gunung Burangrang Bersama Anak-istri!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X