PURWAKARTA ONLINE, Kiarapedes - Ada momen yang tak biasa terjadi di kaki Gunung Burangrang, tepatnya di sisi utara yang terjal dan dipenuhi vegetasi lebat. Pada akhir Agustus 2024, seorang pejabat dari Kabupaten Purwakarta memilih meninggalkan kenyamanan kota untuk menyusuri jalan setapak, menuju tempat yang hanya bisa dijangkau dengan tekad yang kuat dan keinginan untuk berbuat lebih. Kurnia Prawira Saputra, seorang Kepala Bidang di Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, bersama istri dan anaknya, menempuh perjalanan panjang yang dimulai selepas matahari tenggelam.
Seperti yang telah diketahui banyak orang, Gunung Burangrang bukanlah tempat yang ramah. Udara dingin menusuk, tanah licin akibat embun, dan ancaman dari hewan buas seperti ular serta macan yang bisa saja muncul di tengah malam, menjadi tantangan yang harus mereka hadapi. Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat para petani kopi yang dengan sukarela mendaki gunung ini bersama Kurnia, atau yang akrab disapa "Kukun".
Menginap di Saung Sederhana, Menyatu dengan Alam
Di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut (MDPL), Kukun bersama keluarganya serta para petani kopi tiba di sebuah saung sederhana—markas utama mereka untuk malam itu. Tidak ada kemewahan di sini; hanya sebuah gubuk kecil yang cukup untuk melindungi mereka dari dinginnya malam hutan. Namun, justru dalam kesederhanaan itulah, sebuah keakraban dan persaudaraan yang tulus terjalin.
Malam itu, di atas daun pisang yang dijadikan alas, mereka menikmati hidangan liwet bersama-sama. Tak ada pembedaan antara pejabat dan petani; semuanya duduk setara, berbagi cerita, dan bercengkerama layaknya sebuah keluarga besar. "Kukun bukanlah saudara kandung kami," ujar salah satu petani, "tapi di sini, di tengah hutan, kami merasa seperti satu keluarga."
Diskusi di Tengah Hutan: Membangun Kopi Purwakarta
Pagi harinya, setelah semalam suntuk menghangatkan diri dengan obrolan dan diskusi ringan, kegiatan utama pun dimulai. Dengan antusiasme tinggi, para petani dari tiga kelompok tani hutan (KTH)—KTH Pusaka Tani, KTH Giri Mulya, dan KTH Tani Mulya—berkumpul untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) tentang budidaya kopi. Tema kali ini adalah pemeliharaan tanaman kopi, khususnya teknik prunning dan pengendalian hama penyakit.
Dua narasumber yang hadir memberikan pemaparan langsung di lahan, yaitu Mardika Dika Kusuma, yang akrab disapa Mang Gepeng dari Kopi Pusaka, dan Kukun sendiri, yang tidak hanya sebagai pejabat, tapi juga praktisi di bidang pertanian. Dengan penuh semangat, mereka berbagi ilmu dan pengalaman kepada para petani yang sangat antusias meski harus melewati jalan yang sulit untuk mencapai lokasi ini.
Kegiatan yang berlangsung dari Jumat malam hingga Sabtu siang ini menjadi bukti kekuatan swadaya petani kopi di Purwakarta. Meskipun menghadapi berbagai kendala, seperti akses jalan menuju lahan yang sulit dan status hutan lindung yang dikelola Perhutani Bandung Utara, mereka tidak pernah patah semangat. Semangat itulah yang membuat mereka terus berjuang dan berinovasi dalam budidaya kopi.
Harapan Baru dari Pusakamulya: Hajat Tani Kopi
Semangat swadaya juga tercermin dalam rencana besar yang sedang dipersiapkan oleh Karang Taruna Desa Pusakamulya. Mereka akan mengadakan acara bertajuk "Hajat Tani Kopi" di wisata Ujung Aspal Purwakarta pada 14 September 2024 mendatang. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi kopi asli Purwakarta, khususnya dari Desa Pusakamulya, yang kualitasnya tak kalah dengan daerah lain di Indonesia.
Kisah ini bukan hanya tentang seorang pejabat yang menghabiskan malam di tengah hutan bersama para petani. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang dedikasi, kebersamaan, dan semangat yang tak pernah padam untuk terus berkarya dan membangun. Gunung Burangrang, dengan segala keindahan dan tantangannya, menjadi saksi bisu dari semangat para petani kopi dan seorang pejabat yang memilih untuk turun ke lapangan, menyatu dengan alam dan masyarakat, demi masa depan kopi Purwakarta yang lebih cerah.***
Artikel Terkait
Perjuangan Cinta Shella Selpi Lizah, Kesetiaan Diuji oleh Sang Maut!
Prabowo Subianto: Koruptor Tak Akan Aman, Saya Kirim Pasukan hingga ke Antartika!
Persiapan PERSIB Hadapi PSM Makassar: Kakang Rudianto Tekadkan Kemenangan di Pekan Keempat Liga 1 2024/2025
Persiapan PERSIB Bandung: Kakang Rudianto Ungkap Strategi Bangkit dari Hasil Imbang
PERSIB vs PSM: Tekad Kakang Rudianto Membawa Maung Bandung Bangkit atau Terpuruk Lagi?
PERSIB Putri Juara Turnamen GSWI Nasional II 2024, Tahan Arema Women 1-1 di Laga Pamungkas
PERSIB Putri Tahan Arema Women, Tetapi Apa yang Terjadi Selanjutnya Mengejutkan Semua Orang!
Profil Tanaka Anna: Mantan Model Jepang yang Siap Debut Sebagai Idol K-Pop di Bawah Naungan THEBLACKLABEL
Biodata dan Profil Narin MEOVV: Bintang Baru yang Siap Bersinar Dengan Penuh Pesona Dan Bakat Yang Memukau
Inilah Biodata dan Profil Lengkap Lima Member Girls Group MEOVV (THEBLACKLABEL)