Dalam kenyataannya, memang akhirnya hal itu tidak diterima sebagai mufakat dalam musyawarah pendirian Republik Indonesia, dan itu diterima NU.
Dari sudut inilah, benar apa yang dikatakan berbagai hikmah para guru di pesantren, NU adalah salah satu pakunya Negara Republik Indonesia.
NU, diakui oleh mereka yang senang atau tidak senang sekalipun dengan posisi dan bagaimana orang NU memandang wilayah Nusantara ini (yang melihat dirinya sebagai pakunya Indonesia), dialah yang meletakkan fondasi Negara Republik Indonesia dan mematrinya dari sudut agama dan perjuangan fisik-rohani, jauh sebelum Indonesia berdiri.
Baca Juga: Laptop Gaming Paling Powerful, ROG Zephyrus G14 (2022)
Sementara gambaran cita-cita mewujudkan al-adalah (dalam Mabadi Khaira Ummah) dan at-ta`awun di tengah bangsa Indonesia, tidak akan terwujud bila tidak dilakukan dengan i’tidal, yaitu tegak lurus ikut terus menerus dalam menegakkan keadilan di masyarakat, sesuai dengan konteksnya, zamannya dan lain-lain.
Hal i ni menghantarkan NU senantiasa terlibat dalam berbagai lapangan perjuangan, fisik, rohani, dan argumentasi di badan-badan organisasi yang diperlukan di masa-masa selanjutnya.***
Artikel Terkait
Kiarapedes jadi yang pertama Konferensi MWC Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purwakarta
Susunan Pengurus MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Kiarapedes 2022-2027
Sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama, mulai dari munculnya organisasi Kebangkitan Nasional pada 1908!
Penjelasan mengenai LEMBAGA dan BANOM di Nahdlatul Ulama
Taher, aktivis senior NU di Kiarapedes beri masukan untuk MWC Nahdlatul Ulama Kiarapedes
Latar belakang adanya Hari Santri Nasional (HSN)
Makna Hari Santri Nasional (HSN) Bagi Bangsa Indonesia
Resolusi Jihad 22 Oktober jadi Patokan Hari Santri Nasional (HSN)
Teks RESOLUSI JIHAD 22 Oktober 1945, yang membuat Republik Indonesia tetap merdeka hingga kini! HSN