Sinergi LPPNU Purwakarta dan BPP Tegalwaru, Gerakan Nyata Ketahanan Pangan di Ramadan
PURWAKARTA ONLINE, Tegalwaru – Bulan Ramadan tahun ini menjadi momentum bagi Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Purwakarta dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tegalwaru untuk mengintensifkan gerakan ketahanan pangan.
Alih-alih melambat, kedua lembaga ini justru mempercepat langkah dengan serangkaian kegiatan bakti sosial dan pendampingan petani, termasuk kunjungan ke pondok pesantren se-Kecamatan Tegalwaru.
Bakti Sosial ke Ponpes, Kolaborasi Multisektor
Pada Kamis, 27 Maret 2025, tim gabungan yang dipimpin Koordinator Penyuluh BPP Tegalwaru, Acep Hanan, bersama perwakilan LPPNU Purwakarta, kelompok tani, dan Babinsa TNI, mendatangi Ponpes An-Najah Baiturohman.
Baca Juga: Susunan Pengurus Baru PCNU Purwakarta 2025-2029 Ditetapkan dalam Rapat Pleno Hari Ini
Wakil Sekretaris LPPNU Purwakarta, Indra Purnama Sambas, hadir mewakili Ketua LPPNU yang juga Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, yang berhalangan hadir.
"Kami tidak hanya membagikan bantuan benih, tetapi juga memberikan penyuluhan tentang pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam," jelas Indra.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program capacity building untuk meningkatkan kemandirian pangan di lingkungan pesantren.
LPPNU dan BPP, Dua Pilar Penggerak Pertanian
LPPNU Purwakarta, sebagai badan otonom NU, fokus pada pengembangan pertanian holistik—mulai dari budidaya, pelatihan teknis, hingga penerapan inovasi irigasi.
Baca Juga: Susunan Pengurus Baru PCNU Purwakarta 2025-2029 Ditetapkan dalam Rapat Pleno Hari Ini
Sementara BPP Tegalwaru, di bawah naungan pemerintah daerah, berperan sebagai fasilitator penyuluhan dan pendampingan petani.
"Sinergi ini penting karena kami saling melengkapi. LPPNU membawa pendekatan berbasis komunitas, sementara BPP menyediakan akses teknologi dan kebijakan," ujar Acep Hanan.