Sementara Gunung Bongkok menyimpan mitos telapak kaki raksasa yang konon berasal dari seorang pemancing raksasa di Sungai Citarum.
Cerita-cerita ini menambah daya pikat kawasan sebagai destinasi wisata dan sumber identitas lokal.
Dari Kopi, Kita Bertumbuh
Diskusi ditutup menjelang pukul 16.00 WIB.
Kabut mulai menghilang, dan puncak Gunung Parang kembali tampak megah.
Beberapa peserta menyempatkan diri berfoto dengan latar belakang gunung, sebagai pengingat bahwa hari ini mereka telah menanam benih harapan—dari secangkir kopi menuju kebangkitan desa.
Semoga kopi jadi pintu masuk kemajuan Desa Sukamulya, Tegalwaru!***