Menilai Sistem Pendukung Keputusan untuk Peternakan Berkelanjutan: Sebuah Pendekatan Holistik

photo author
Ichwansyah Wiradimadja, Purwakarta Online
- Senin, 16 Juni 2025 | 23:17 WIB

Purwakarta Online - Sistem pendukung keputusan (Decision Support Systems/DSS) memainkan peran strategis dalam pengambilan keputusan berbasis data di sektor peternakan. Artikel ini mereview pendekatan konseptual untuk menilai sejauh mana DSS dalam peternakan mampu mengakomodasi tiga pilar utama keberlanjutan: lingkungan, ekonomi, dan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar DSS yang tersedia saat ini masih terfokus pada aspek lingkungan, terutama emisi gas rumah kaca (GRK), sementara aspek sosial dan tata kelola masih sangat terabaikan. Artikel ini menawarkan kerangka penilaian holistik yang dapat digunakan untuk mengarahkan pengembangan DSS peternakan ke depan agar lebih inklusif terhadap seluruh dimensi keberlanjutan.

Pendahuluan

Peternakan modern dihadapkan pada tantangan kompleks terkait keberlanjutan. Selain menyuplai protein hewani bagi populasi global, sektor ini juga menyumbang lebih dari 14% emisi GRK buatan manusia. Pengambilan keputusan berbasis data melalui DSS menjadi penting untuk menyeimbangkan kebutuhan produksi dengan pelestarian lingkungan, kesejahteraan sosial, dan ketahanan ekonomi.

Sayangnya, banyak DSS yang dikembangkan hanya menargetkan satu aspek keberlanjutan, utamanya lingkungan, dan kurang mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi secara seimbang. Padahal, pendekatan keberlanjutan yang efektif memerlukan pemahaman sistemik dan integrasi ketiga pilar tersebut.

Kerangka Penilaian Holistik DSS Peternakan

Artikel ini menyusun kerangka evaluasi berbasis tiga dimensi:

Evaluasi Teknis

Menilai kemampuan DSS dalam mengelola data (misalnya dari sensor IoT), model simulasi, dan indikator keberlanjutan.

- Pilar lingkungan: emisi GRK, kualitas udara/tanah, kesejahteraan hewan.

- Pilar ekonomi: profitabilitas, diversifikasi usaha, efisiensi biaya.

- Pilar sosial: hak pekerja, partisipasi komunitas, akses terhadap informasi.

- Tata kelola: transparansi, pelaporan, resolusi keluhan.

Evaluasi Subjektif

Mengukur kegunaan (usability) dan daya guna (utility) DSS, termasuk antarmuka pengguna, dokumentasi, dan kemudahan akses.

Evaluasi Empiris

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ichwansyah Wiradimadja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB
X