Lalu dana itu didistribusikan ke pihak lain yang berperan menjaga kelancaran proyek, termasuk kepala daerah yang wilayahnya menjadi lokasi pembangunan.
Baca Juga: Kereta Api Trans Borneo, Membayangkan Perjalanan Masa Depan dari Kalimantan ke Sabah
Jalur distribusi uang Rp3 miliar yang melibatkan Sudewo menjadi salah satu fokus penyidikan.
Selain uang tunai, KPK juga melacak dugaan transfer bank dan penukaran valuta asing untuk menyamarkan sumber dana.
Proses Hukum Masih Panjang
Meski beberapa pihak sudah dijatuhi vonis, penyelidikan terhadap pihak lain terus berlanjut. Sudewo sendiri belum dipanggil resmi untuk pemeriksaan lanjutan, namun KPK memastikan waktu itu akan datang.
“Kapan dipanggil? Ya ditunggu saja,” ujar Asep.
Baca Juga: Viral Sekejap, Hilang Misterius! Ada Apa dengan Amalia Mutya dan Video Terabox?
Kasus ini bukan hanya membuka tabir jalur uang, tetapi juga menyingkap jaringan kekuasaan dan kepentingan yang membuat korupsi proyek strategis bisa mengakar dari pusat hingga daerah.***
Artikel Terkait
Polisi Bantah Laporan Ancaman Pembunuhan Dea Permata Karisma Tak Ditanggapi Polsek Jatiluhur Purwakarta
Dua Pelajar Papua Bangga Jadi Paskibraka HUT ke-80 RI, Bertemu Langsung Presiden Prabowo Begini Katanya
Bangga Jadi Paskibra Nasional HUT RI Ke 80 Dua Siswa SMA Negeri 1 Wamenai Terlihat Bahagia Bertemu Langsung Prabowo
Janji Besar Stincek kepada Prabowo Siswi SMA Negeri 1 Nabire asal Papua Ini Punya Tekad Besar
Ade Mulyana Diduga Bunuh Dea Permata Karisma! Polres Purwakarta Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam
Drama Ade Mulyana Kaburkan Fakta Pembunuhan Dea Permata Karisma di Jatiluhur Purwakarta
Plot Twist Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta! Sosok Tak Terduga yang Jadi Tersangka
BRI Peduli Tingkatkan Literasi Anak Negeri di NTB Lewat Program CSR Berbasis Pendidikan
BRI Peduli Hidupkan Program Literasi Anak Negeri di NTB, Angkat Minat Baca Siswa Daerah Tertinggal
Motif Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta Berhasil Diungkap Polisi!