• Kamis, 30 Juni 2022

Dari rahim mereka akan lahir petani-petani tangguh di masa depan

- Kamis, 12 Mei 2022 | 20:03 WIB
KWT Berfoto di lahan demplot bersama Tim Jurnalis dari Jurnal Desa JMN (Foto: Poktan Barong Mulya)
KWT Berfoto di lahan demplot bersama Tim Jurnalis dari Jurnal Desa JMN (Foto: Poktan Barong Mulya)

Ada juga yang menyebut, jika ketua Poktan Barong Mulya secara ex-officio menjadi penasehat di KWT Barmulita dan Taruna Tani KTM. Tetapi yang pasti, antara Poktan Barong Mulya dengan dua organisasi tersebut secara historis tidak bisa dipisahkan.

Dalam suatu kesempatan, Ketua Barong Mulya, Enjang Sugianto pernah mengatakan, terbentuknya KWT Barmulita adalah untuk memperkuat perjuangan suami mereka yang notabene adalah para petani. Kemudian dari para anggota KWT Barmulita juga diharapkan akan lahir individu-individu yang sadar akan pentingnya pertanian.

Baca Juga: 5 langkah menuju gaya hidup Slow Living!

"Anugerah Tuhan terhadap bangsa ini diantaranya adalah berupa tanah yang subur, kata orang kita adalah negara agraris. Jika semua orang abaikan anugerah inj, bisa jadi kita akan seperti orang kufur nikmat," seloroh Enjang Sugianto.

"Petani yang berorganisasi semoga meningkat wawasan dan kemampuan, serta manfaatnya bagi lingkungan dibandingkan sebelum berorganisasi, apalagi jika didukung oleh istri-istri yang juga paham tani dan paham berorganisasi," kata Enjang Sugianto.

"Jika istri-istrinya juga bertani, apalagi juga petani yang terorganisir. Meskipun hanya bertani di lahan-lahan sempit, semisal pekarangan, mereka akan sadar sepenuh hati terhadap dunia pertanian. Dari rahim mereka juga akan lahir petani-petani yang tangguh di kemudian hari," lanjut Enjang Sugianto.

Baca Juga: BMKG himbau masyarakat waspadai fenomena gelombang panas!

"Petani maksud saya, bukan berarti dia macul atau ngored. Tapi pribadi-pribadi yang apapun profesinya, ia tidak akan lupa anugerah Tuhan tentang bumi yang subur ini. Jika ia seorang dewan (DPR), dia dewan yang berpihak pada bumi dan pertanian. Jika dia seorang pengusaha, dia layaknya petani, tidak tamak dan mau mengelola lingkungan dan ekosistem tetap seimbang. Jika dia ahli teknik, dia buat teknologi yang memudahkan petani," pungkas Enjang.

Sebagai penutup, dapat kita simpulkan bahwa eksistensi Kelompok Wanita Tani, dalam hal ini adalah KWT Barmulita, selain untuk mencukupi kebutuhan pangan sehat untuk keluarga mereka, kemudian untuk mendukung suami mereka yang berjuang mencari nafkah sebagai petani, KWT Barmulita juga berperan dalam regenerasi petani di Indonesia.***

 Baca Juga: Mau Rp3,55 juta? Ikuti Kartu Prakerja Gelombang 28, begini caranya!

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Link dan cara daftar Clickworker!

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:42 WIB

BTC terus anjlok sentuh Rp274,3 juta!

Minggu, 19 Juni 2022 | 12:51 WIB

Cara pinjam uang di pegadaian jaminan BPKB!

Senin, 13 Juni 2022 | 12:04 WIB

Pemerintah Harus Bantu UMKM Agar Berkembang

Rabu, 8 Juni 2022 | 23:38 WIB

Petani teh di Eropa dan India

Minggu, 5 Juni 2022 | 23:45 WIB

Toyota Innova 2.8 Resmi Meluncur!

Rabu, 1 Juni 2022 | 18:52 WIB

Ciptakan Bisnis Disaat Pandemi, Siapa Takut!

Minggu, 29 Mei 2022 | 19:42 WIB

Pertemuan DWG G20 Kedua Fokus Penguatan UMKM

Minggu, 29 Mei 2022 | 02:45 WIB
X