Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Banjir dan Penyerobotan Sungai di Bekasi: "Indonesia Itu Negara Paling Aneh"

photo author
Reza Ainudin, Purwakarta Online
- Minggu, 30 Maret 2025 | 07:35 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ( Instagram @dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ( Instagram @dedimulyadi71)

Dedi Mulyadi bahkan menyamakan situasi tersebut dengan jika seseorang membangun di atas tanah pribadi orang lain tanpa izin.

Masalah Sosial dan Ekonomi di Balik Banjir

Namun, Dedi Mulyadi juga menekankan bahwa masalah ini bukan hanya tentang bencana banjir.

Menurutnya, ada dimensi sosial dan ekonomi yang lebih dalam yang perlu diperhatikan.

"Yang saya lihat adalah masyarakat ekonomi kelas bawah yang terpaksa tinggal di kawasan rawan banjir karena keterbatasan ekonomi mereka," ungkapnya.

Mereka yang tinggal di bantaran sungai, meskipun sudah tahu akan risiko banjir, sering kali tidak memiliki pilihan lain karena harga lahan yang lebih murah dan akses yang lebih dekat ke pusat kota.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik H-2 Lebaran 2025: Lalu Lintas Tol Cikampek dan MBZ Padat, Rekayasa Lalin Diterapkan

Peran Pemerintah dalam Mengatasi Masalah Banjir dan Penyerobotan

Sebagai bagian dari solusinya, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan solusi jangka panjang yang tidak hanya mengandalkan relokasi dan normalisasi sungai, tetapi juga menyelesaikan masalah kemiskinan yang mendasar.

Pemerintah perlu menyediakan alternatif hunian yang lebih aman dan terjangkau bagi warga, sekaligus menegakkan aturan yang lebih ketat mengenai pembangunan di wilayah.

Reformasi Tata Ruang dan Penegakan Hukum

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola tata ruang dan sumber daya alam. Penyerobotan sungai oleh warga yang tinggal di bantaran sungai bukan hanya memperburuk masalah banjir, tetapi juga berpotensi menambah beban sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak.

Pemerintah, menurut Dedi Mulyadi, harus tegas dalam menegakkan hukum dan memberikan solusi yang tidak hanya mengatasi masalah banjir, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: PAFI, Sejarah dan Peran Persatuan Ahli Farmasi Indonesia dalam Dunia Kesehatan

Dengan kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya pengelolaan ruang terbuka hijau dan sungai, diharapkan bencana banjir yang sering terjadi di Bekasi dan wilayah lainnya bisa dikurangi, serta memberi ruang bagi pembangunan yang lebih berkelanjutan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Reza Ainudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X