Selesaikan Kisruh Ini! Kekecewaan Agung Laksono dalam Perebutan Kursi Ketua Umum PMI

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Jumat, 13 Desember 2024 | 09:05 WIB
Spesialis Pemecah Belah Organisasi ! Agung Laksono Dikecam Said Didu Usai Gelar Munas Tandingan PMI (Ist)
Spesialis Pemecah Belah Organisasi ! Agung Laksono Dikecam Said Didu Usai Gelar Munas Tandingan PMI (Ist)

Munas ini berlangsung pada waktu yang bersamaan dengan Munas yang digelar oleh kubu Jusuf Kalla di Hotel Sahid Jakarta.

Dalam Munas tandingan tersebut, Agung Laksono akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PMI versi mereka. Namun, langkah ini menuai kontroversi.

Jusuf Kalla, yang tetap menganggap dirinya sah sebagai Ketua Umum PMI, melaporkan Agung Laksono ke polisi.

Kalla menilai bahwa upaya pembentukan kepengurusan tandingan adalah ilegal dan merusak stabilitas organisasi.

Baca Juga: PAFI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kiat Sehat di Musim Hujan untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

"Munas tandingan ini adalah pengkhianatan terhadap organisasi.Mereka yang berada di belakang Agung sudah dipecat karena melanggar AD/ART PMI," kata Kalla.

Munculnya dua kepengurusan PMI ini memunculkan kebingungan di kalangan relawan dan pengurus daerah.

Mereka yang awalnya memberikan dukungan kepada Agung Laksono merasa kecewa setelah Munas yang sah mengakhiri dengan terpilihnya kembali Jusuf Kalla tanpa adanya proses demokrasi yang terbuka.

Sementara itu, kubu Jusuf Kalla menegaskan bahwa prosedur pemilihan telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI.

Baca Juga: Profil PAFI Gorontalo Utara, Peran Kritis dalam Kesehatan dan Pencegahan Resistensi Antibiotik

Mantan Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said, mengingatkan bahwa dalam gerakan kepalangmerahan internasional, hanya satu organisasi Palang Merah yang diakui di setiap negara.

"Indonesia sudah memilih Palang Merah sebagai organisasi kemanusiaan negara ini, dan itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018.

Dualisme ini hanya akan merusak citra PMI," ujar Sudirman. Bagi Agung Laksono, kemenangan dalam Munas tandingan bukanlah tujuan akhir.

Ia menginginkan agar konflik ini segera diselesaikan dengan cara yang sah dan adil. "Jika memang harus kalah dalam pemilihan, saya akan legawa. Namun, prosesnya harus sesuai dengan aturan dan demokrasi yang sehat," katanya.

Baca Juga: Musim Hujan Bikin Sakit? PAFI Empat Lawang Bagi Tips Jitu Jaga Kesehatan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X