PURWAKARTA ONLINE - Pada hari Minggu (9/12), dunia digemparkan oleh berita yang mengejutkan: Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang telah memimpin negara itu dengan cengkraman otoriter selama lebih dari dua dekade, dikabarkan melarikan diri dari ibu kota Damaskus setelah pemberontak Suriah berhasil menggulingkan pemerintahannya.
Dalam pelariannya, Assad dilaporkan mendarat di Moskow, Rusia, yang memberikan suaka politik untuk memastikan keselamatan pasukan markas militer Rusia di Suriah.
Keputusan ini mengakhiri lebih dari 53 tahun kekuasaan keluarga Assad di negara yang dilanda perang saudara yang tak berkesudahan.
Bashar al-Assad yang memimpin Suriah sejak 2000, setelah kematian ayahnya Hafez al-Assad, meninggalkan negara yang berada dalam kehancuran.
Selama masa pemerintahannya, Assad dikenal dengan kebijakan keras terhadap oposisi, yang berujung pada perang saudara besar sejak 2011.
Pemberontakan yang dimulai dengan protes damai terhadap rezimnya itu segera berubah menjadi perang saudara, dengan banyaknya pihak yang terlibat, termasuk kelompok pemberontak Suriah dan pasukan pro-pemerintah yang didukung oleh sekutu-sekutunya, termasuk Rusia dan Iran.
Pada Minggu, 8 Desember, pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Hayat Tahrir Al Sham (HTS), yang dikomandoi oleh Abu Mohammed al-Julani, melancarkan serangan besar-besaran yang berhasil merebut Damaskus.
Serangan tersebut mengakhiri pemerintahan otoriter Assad setelah bertahun-tahun konflik brutal.
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Tampil di Laga Perdana Piala AFF 2024 Melawan Myanmar
Dengan kekuasaannya yang runtuh, Assad dilaporkan menggunakan pesawat untuk melarikan diri dari negara yang dulu dipimpin keluarganya selama lebih dari lima dekade.
Keputusan Rusia memberikan suaka politik kepada Bashar al-Assad mempertegas peran negara tersebut dalam konflik Suriah.
Moskow selama ini menjadi pendukung utama rezim Assad, memberikan bantuan militer yang sangat penting dalam mempertahankan kekuasaannya.
Salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya di Kremlin mengungkapkan bahwa suaka politik ini merupakan langkah untuk memastikan bahwa pasukan Rusia yang berada di Suriah tetap aman, dengan mempertimbangkan ketegangan yang semakin meningkat antara pasukan pemberontak dan pasukan pro-pemerintah.
Baca Juga: Bashar al-Assad Melarikan Diri, Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah karena ini!
Artikel Terkait
Cara Menggunakan Meta AI di WhatsApp
Prabowo Jangan Asal Angkat Pejabat, Keputusan Gus Miftah Mundur dari Kabinet Diduga Karena Video Viral!
Tak Sanggup Jadi Pejabat, Keputusan Gus Miftah Mundur dari Kabinet: Sebuah Pembelajaran bagi Prabowo
Damaskus Jatuh ke Tangan Pemberontak, Presiden Suriah Bashar Al-Assad Dikabarkan Melarikan Diri!
Bashar Al Assad Kabur, Damaskus Jatuh ke Tangan Pemberontak! Era Baru Suriah Dimulai
PSS Sleman vs PERSIB, Duel Sengit di Pekan Ke-13 Liga 1 2024/25
Bojan Hodak Akui Tantangan Besar Hadapi PSS Sleman
PSS Sleman Tantangan PERSIB di Manahan Solo
Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad: Permasalahan Internal yang Memicu Perang Saudara
Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah Bashar Al-Assad, Ini Kelompoknya!