Bashar al-Assad Melarikan Diri, Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah karena ini!

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Senin, 9 Desember 2024 | 10:00 WIB
Pemberontak Gulingkan Pemerintah Bashar Al Assad (Tangkap Layar)
Pemberontak Gulingkan Pemerintah Bashar Al Assad (Tangkap Layar)


PURWAKARTA ONLINE - Setelah lebih dari dua dekade pemerintahan yang penuh kekerasan dan ketegangan politik, Presiden Suriah Bashar al-Assad akhirnya melarikan diri, mengakhiri lebih dari 53 tahun kekuasaan otoriter keluarganya di Suriah.

Pada Minggu (8/12), pasukan pemberontak, yang dipimpin oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), berhasil merebut ibu kota Damaskus.

Dalam peristiwa yang mengejutkan ini, Assad dilaporkan kabur menggunakan pesawat, meninggalkan negara yang telah lama dilanda perang saudara.

Peristiwa ini merupakan puncak dari serangkaian serangan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan oposisi, yang sebelumnya sudah menguasai wilayah-wilayah penting di Suriah, termasuk Aleppo, kota terbesar kedua.

Baca Juga: Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad: Permasalahan Internal yang Memicu Perang Saudara

Serangan yang dimulai pada 27 November ini mengakhiri kekuasaan keluarga Assad yang dimulai sejak ayahnya, Hafez al-Assad, naik ke tampuk kekuasaan pada 1970.

Hafez, seorang pemimpin dari kelompok minoritas Alawi, memimpin Suriah dengan tangan besi dan mewariskan kendali atas negara ini kepada anaknya, Bashar, setelah meninggal dunia pada 2000.

Kekuasaan Bashar al-Assad, yang dimulai dengan pemilihan kontroversial di mana kotak suara kosong menjadi pesaing utamanya, telah berujung pada kehancuran Suriah.

Setelah protes damai yang dimulai pada 2011 melawan rezimnya berujung pada tindakan represif, perang saudara pun pecah, menyebabkan ratusan ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

Baca Juga: PSS Sleman vs PERSIB, Duel Sengit di Pekan Ke-13 Liga 1 2024/25

Dalam waktu singkat, negara yang dulu dianggap sebagai kekuatan utama di Timur Tengah itu terpecah belah.

Pasukan oposisi, yang sebelumnya tidak terlalu terkoordinasi, kini memiliki momentum besar dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Barat yang sejak awal mengkritik kebijakan represif Assad.

Keberhasilan mereka merebut Damaskus adalah simbol dari runtuhnya kekuasaan yang telah menguasai Suriah selama lebih dari lima dekade.

Dengan runtuhnya rezim Assad, banyak yang bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya di negara yang telah hancur ini.

Baca Juga: Prabowo Jangan Asal Angkat Pejabat, Keputusan Gus Miftah Mundur dari Kabinet Diduga Karena Video Viral!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X