Al-assad Tiba di Moskow Setelah Melarikan Diri, Rusia Akan Beri Suaka Politik Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Senin, 9 Desember 2024 | 16:32 WIB
Presiden Bashar Al Assad, digulingkan oposisi dari pemerintahan Suriah.
Presiden Bashar Al Assad, digulingkan oposisi dari pemerintahan Suriah.


PURWAKARTA ONLINE - Pada Minggu (9/12), dunia dikejutkan oleh kabar bahwa Presiden Suriah yang digulingkan, Bashar al-Assad, telah mendarat di Moskow, Rusia, setelah melarikan diri dari Ibu Kota Suriah, Damaskus.

Sumber yang enggan disebutkan di Kremlin menyatakan bahwa Rusia telah sepakat untuk memberikan suaka politik kepada Assad guna memastikan keselamatan pasukan markas militer Rusia yang berada di Suriah.

Melarikan diri dengan pesawat, Assad mengakhiri lebih dari 53 tahun kekuasaan otoriter keluarga Assad di Suriah.

Pengunduran dirinya terjadi setelah serangan besar-besaran oleh kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang berhasil merebut Damaskus pada 8 Desember.

Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Tampil di Laga Perdana Piala AFF 2024 Melawan Myanmar

Kelompok ini, yang dipimpin oleh Abu Mohammed al-Julani, berhasil mengalahkan pasukan pro-pemerintah dalam serangan signifikan yang menandai runtuhnya rezim yang telah memerintah Suriah selama lebih dari lima dekade.

Kehancuran pemerintahan Bashar al-Assad menandai sebuah babak baru dalam sejarah Suriah.

Assad yang dikenal karena sikap keras terhadap oposisi dan pemberontak, telah mempertahankan hubungan erat dengan kelompok-kelompok perlawanan seperti Hamas dan Hizbullah.

Meski negara-negara Barat sempat berharap ada perubahan setelah kematian ayahnya, Hafez al-Assad, yang memimpin Suriah dengan tangan besi sejak 1970-an, kenyataannya Assad justru memperkuat kekuasaannya dengan cara yang sama.

Baca Juga: Langkah Tepat Mengukur pH Tanah Secara Akurat

Dalam kekuasaan selama lebih dari dua dekade, Bashar al-Assad tidak menunjukkan tanda-tanda meredakan otoritarianismenya.

Ia terus mengendalikan negara dengan menekan protes damai yang dimulai pada 2011, yang kemudian berkembang menjadi perang saudara besar yang telah merenggut ratusan ribu nyawa dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Meskipun mendapat dukungan dari sekutu-sekutu seperti Rusia dan Iran, akhirnya pasukan oposisi berhasil menguasai Damaskus, memaksa Assad untuk melarikan diri.

Serangan pemberontak yang dimulai pada akhir November, yang meraih puncaknya pada Desember, berhasil meruntuhkan pertahanan pemerintah di ibu kota.

Baca Juga: Bashar al-Assad Melarikan Diri, Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah karena ini!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X