Profil dan Biodata dr. Prathita Amanda Aryani, Diduga Bullying hingga Bunuh Diri Dokter Aulia Risma Lestari

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Selasa, 20 Agustus 2024 | 10:10 WIB
Viral di X foto (kiri) yang mirip dr Prathita Amanda Aryani (kanan), benarkah itu jejak digital bully sebelum kuliah di Yarsi? (Kolase foto X @howtodresvvell)
Viral di X foto (kiri) yang mirip dr Prathita Amanda Aryani (kanan), benarkah itu jejak digital bully sebelum kuliah di Yarsi? (Kolase foto X @howtodresvvell)

PURWAKARTA ONLINE, Semarang - Nama dr. Prathita Amanda Aryani kini menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam kasus perundungan yang berujung pada kematian seorang dokter muda, Aulia Risma Lestari.

Kasus ini mencuat setelah berbagai bukti, termasuk tangkapan layar pesan WhatsApp, yang mengindikasikan bahwa Prathita adalah pelaku di balik dugaan bullying tersebut.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Prathita Amanda Aryani adalah seorang dokter senior yang menempuh pendidikan S1 dan profesi dokter di Universitas YARSI.

Ia juga meraih gelar S2 dalam Ilmu Biomedik dari Universitas Diponegoro (Undip).

Dengan keahlian dalam bidang spesialis bedah, Prathita telah menjalani karier medis yang cukup panjang dan dihormati di kalangan rekan sejawatnya.

Ia sempat mengikuti Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) yang diselenggarakan oleh Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI) di Kota Makassar pada tahun 2023, memperkuat posisinya sebagai salah satu dokter senior yang berpengaruh di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Baca Juga: Purwakarta Hanya Punya 1 Nominator di Anugerah Perkebunan Jabar 2024, Zaenx Jadi Harapan Terakhir!

Dugaan Perundungan dan Kontroversi

Nama Prathita mulai mencuat ke publik setelah seorang warganet membagikan isi percakapan WhatsApp yang diduga berasal dari dirinya.

Dalam pesan tersebut, Prathita memerintahkan para juniornya, termasuk almarhumah Aulia Risma Lestari, untuk memakan lima bungkus nasi padang sebagai bentuk hukuman.

Pesan ini menimbulkan kehebohan di dunia maya, terutama karena tindakan tersebut dianggap tidak manusiawi dan merendahkan martabat para juniornya.

Tak hanya itu, Prathita juga diduga kerap melontarkan kata-kata kasar dan menghina kepada para mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Undip.

Ia menyebut mereka sebagai "sampah" dan "idiot," yang menambah tekanan mental bagi para korban, termasuk Aulia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X