Misteri Kondisi Sosial Kerajaan Pajajaran: Menelusuri Jejak Sri Baduga Maharaja

photo author
Tim Purwakarta Online 04, Purwakarta Online
- Kamis, 16 November 2023 | 11:25 WIB
Ilustrasi Sri Baduga Maharaja, Prabu Siliwangi pemimpin Sunda Padjajaran (Tangkapan layar YouTube TaksakaSeta)
Ilustrasi Sri Baduga Maharaja, Prabu Siliwangi pemimpin Sunda Padjajaran (Tangkapan layar YouTube TaksakaSeta)

PurwakartaOnline.com - Pada abad ke-7 hingga abad ke-16 Masehi, sebuah keajaiban bersejarah terbentang di wilayah Bogor, Jawa Barat, yang dikenal sebagai Kerajaan Pajajaran. Di puncak kejayaannya, kerajaan ini mencapai kemakmuran di bawah pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi. Namun, dibalik gemerlapnya kehidupan sosial- politik, terdapat misteri dan kisah menarik yang hingga kini masih menggoda rasa penasaran kita.

1. Prabu Siliwangi: Nama yang Membangkitkan Keberanian

Nama "Prabu Siliwangi" tidak bersumber dari nama asli sang raja, melainkan muncul sebagai julukan karena larangan menyebut nama atau gelar raja dalam masyarakat Pajajaran pada masa itu. Hanya orang Sunda dan Cirebon yang dikenal memanggilnya dengan sebutan tersebut. Sejarah mencatatnya sebagai seorang ksatria yang tangguh, tangkas, dan berani, dengan keberanian untuk menikahi Nyi Subanglarang yang beragama Islam.

2. Puncak Keemasan: Sri Baduga Maharaja dan Masa Kebesaran Pajajaran

Masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja membawa Keajaiban bagi Kerajaan Pajajaran. Dalam Carita Parahyangan, karya besar dibuat seperti Talaga Maharena Wijaya, jalan menuju ibukota Pakuan dan Wanagiri, serta upaya mempertahankan ibu kota. Pembangunan spiritual dan material terlacak dalam Prasasti Kabantenan dan Batutulis, mencerminkan kebijakan yang mencakup kesatriaan, pagelaran, pamingtonan, angkatan perang, serta undang-undang kerajaan.

Baca Juga: Dampak Gagal Panen di Purwakarta, Harga Sayuran Melonjak Drastis

3. Keruntuhan yang Melahirkan Misteri

Tahun 1579 menjadi saksi runtuhnya Keajaiban Pajajaran, dihadapkan oleh serangan Kesultanan Banten. Palangka Sriman Sriwacana, singgahsana raja, diboyong ke Banten, menandai akhir zaman Pajajaran. Kepergian Prabu Siliwangi meninggalkan tanda misterius, apakah ia moksa di Gunung Gede atau ditemukan di Situs Rancamaya.

4. Kehidupan Sosial-Politik: Cerminan Keberagaman dan Profesi Masyarakat Pajajaran

Masyarakat Pajajaran pada masanya terbagi dalam berbagai golongan, mencakup seniman, petani, pedagang, hingga kelompok dianggap 'jahat.' Kerajaan ini menandai keberagaman profesi dan kehidupan sosial yang tercermin dalam beragam prasasti dan sumber sejarah.

5. Jejak Raja-Raja Pajajaran

Kerajaan Pajajaran diperintah oleh sejumlah raja, di antaranya Sri Baduga Maharaja, Surawisesa, Ratu Dewata, Ratu Sakti, Ratu Nilakendra, Raga Mulya, dan Maharaja Jayabhupati. Setiap raja membawa perubahan dan kebijakan yang mencerminkan dinamika kehidupan sosial-politik pada masanya.

Baca Juga: Fakta Terbaru Melissa P., film Italia kontroversial 2005. Kisah Gadis Remaja dalam Pergaulan Bebas Kebablasan yang Tengah Viral di TikTok!

Menggali Kearifan Lokal dari Sejarah Pajajaran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X