Hama Tikus Mirip Preman, Petugas POPT: Satu Mati, Teman-temannya Ngamuk!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Jumat, 13 Juni 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi hama tikus menyerang tanaman padi. Hama tikus di Kecamatan Kiarapedes memang tak signifikan, tapi karakternya mirip preman! Petani harus tetap waspada. (Foto: RRI)
Ilustrasi hama tikus menyerang tanaman padi. Hama tikus di Kecamatan Kiarapedes memang tak signifikan, tapi karakternya mirip preman! Petani harus tetap waspada. (Foto: RRI)

“Hasil 5,4 kg ini cukup memuaskan. Tapi kami dari BPP tetap akan mendampingi petani, baik dari sisi budidaya, sarpras, maupun penyuluhan,” kata Nana.

Ia menambahkan bahwa hasil panen di Kiarapedes memang berbeda dengan daerah dataran rendah seperti Karawang, karena perbedaan suhu, struktur tanah, dan luasan lahan.

Budaya Tani yang Empatik dan Tantangan Teknologi

Kiarapedes dikenal memiliki budaya empati tinggi antar petani.

Beberapa petani memilih tetap menggunakan cara tradisional "gebot" untuk merontokkan padi, agar buruh tani tetap bisa bekerja, meski sudah ada alat pertanian modern.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam penerapan teknologi pertanian, penggunaan pestisida yang tepat, dan keseragaman masa tanam.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik tentang Sapi yang Jarang Diketahui Orang!

“Pengetahuan soal pestisida dan teknologi masih jadi tantangan di sini,” tambah Nana.

Varietas Padi dan Rencana Demplot Nutrizinc

Varietas padi Mekongga masih menjadi favorit petani Kiarapedes.

Namun, pemerintah menyarankan untuk mulai mengadopsi padi Inpari IR Nutrizinc guna meningkatkan gizi hasil panen.

Petugas POPT bersama penyuluh dan petani seperti Bidin, juga berencana membuat demplot khusus Nutrizinc.

Pemeriksaan pH tanah untuk demplot ini akan dilakukan Senin (16/6/2025) oleh Atang Kusmana, penyuluh pertanian dari BPP Garokgek.

Baca Juga: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Sapi: Asal Usul, Penularan, dan Strategi Pencegahan

Ancaman Lain, Penggerek Batang alias Bebeluk

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB
X