Wamen Cantik Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka Keliling Purwakarta Naik Motor, Pantau Pelayanan KB dan Program Makan Bergizi Gratis

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 20:03 WIB
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, turun langsung ke Purwakarta naik sepeda motor. Pantau pelayanan KB dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa)
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, turun langsung ke Purwakarta naik sepeda motor. Pantau pelayanan KB dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa)

PURWAKARTA ONLINE – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menunjukkan gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.

Dalam kunjungan kerjanya ke Purwakarta, Jawa Barat, Wamen Isyana memilih untuk dibonceng sepeda motor guna memantau langsung pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menghindari kegiatan seremonial dan lebih fokus pada kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Wamen Isyana pun langsung meninjau pelayanan KB di Pasar Tradisional Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, pada Rabu (26/02/2025).

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh di Bulan Ramadhan

Pelayanan KB di Tengah Pasar Tradisional

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/2/2025), Wamen Isyana menjelaskan bahwa pelayanan KB di pasar tradisional merupakan inisiatif untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti Implan dan IUD.

"Dengan adanya mobil pelayanan KB di tengah pasar, masyarakat bisa langsung mengakses layanan ini tanpa harus jauh-jauh ke puskesmas atau rumah sakit," ujarnya.

Isyana juga menekankan bahwa angka kelahiran saat ini sudah mencapai angka ideal, yaitu 2,1. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi ini harus tetap dijaga.

"Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, ada yang angka kelahirannya lebih rendah, ada yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kebijakan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah," tambahnya.

Baca Juga: ASN Purwakarta Digrebek di Kamar Kos oleh Istri Sah, Siapa Dia? Penggerebekan yang Menggemparkan Warga

Pelayanan KB Serentak di 34 Provinsi

Wamen Isyana mengungkapkan bahwa kegiatan pelayanan KB serentak di pasar tradisional dilaksanakan di 34 provinsi dengan target minimal 50 akseptor di setiap titik.

Kegiatan ini meliputi promosi kesehatan reproduksi melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilakukan oleh Penyuluh KB, Motivator KB pria, atau tenaga kesehatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X