dalil

Sudah Bertuhan yang Esa, Mang Deden dalam Diskusi ISNU Kiarapedes: Cukup 1 Wali untuk Tanah Sunda!

Sabtu, 6 Juli 2024 | 11:48 WIB
Ilustrasi kehidupan di perkampungan Sunda baduy. (Ist)

Menurutnya, narasi tersebut lebih merupakan cerita politik daripada fakta sejarah.

Baca Juga: PNS Mojokerto Tertangkap Selingkuh di Rumah PHL, Suami Gerebek Langsung! Reaksi Publik Meledak

Diskusi Bulanan PAC ISNU Kecamatan Kiarapedes

Mustasyar MWCNU Kecamatan Kiarapedes, Rd Deden Ipan Sulaeman menjadi narasumber dalam diskusi bulanan PAC ISNU Kiarapedes. Jumat, 5 Juli 2024 (Dok. ISNU Kiarapedes)

Acara diskusi yang diadakan oleh PAC ISNU Kecamatan Kiarapedes ini merupakan kegiatan pertama mereka setelah sukses menggelar konferensi pada 26 Juni 2024 lalu di Desa Sumbersari. 

Diskusi di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah ini dipimpin oleh Ustad Dadang Saputra, Katib Syuriah MWCNU Kecamatan Kiarapedes, dan dihadiri oleh aktivis IPNU, IPPNU, GP Ansor, serta masyarakat umum yang tertarik pada sejarah.

Ketua ISNU Kecamatan Kiarapedes, Muhamad Supenda Griana, ST, mengatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi diskusi rutin bulanan dengan tema yang menyesuaikan kebutuhan dan minat masyarakat. 

"Bicara Sunda, adalah bicara tentang kasih sayang," kata Mang Deden, menyimpulkan esensi dari diskusi tersebut.

Mang Deden: Tokoh Pecinta Budaya dan Sejarah

Mustasyar MWCNU Kecamatan Kiarapedes, Rd. Deden Ipan Sulaeman, S.Pd., (Facebook Mang Deden Garokgek Part II)

Sebagai seorang tokoh yang dikenal luas, Mang Deden sering menjadi narasumber dalam berbagai penulisan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. 

Keberadaannya dalam diskusi ini menambah wawasan dan pemahaman peserta mengenai sejarah dan budaya Sunda, serta bagaimana masyarakat Sunda mengintegrasikan kepercayaan lokal dengan ajaran Islam.

Baca Juga: Motor Desain Baru Honda CB650R: Moge 650 cc dengan Desain Agresif dan Fitur Canggih dari PT Astra Honda Motor

Diskusi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya di kalangan masyarakat Kecamatan Kiarapedes. 

Melalui diskusi seperti ini, nilai-nilai luhur dan sejarah Tanah Sunda dapat terus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.***

Halaman:

Tags

Terkini

Profil KH. Abdul Halim Majalengka

Senin, 14 April 2025 | 07:45 WIB