• Selasa, 16 Agustus 2022

Petani teh di Eropa dan India

- Minggu, 5 Juni 2022 | 23:45 WIB
Kristina Mehlik, petani teh Eropa (Foto: Youtube DW)
Kristina Mehlik, petani teh Eropa (Foto: Youtube DW)

Purwakarta Online - Tentu ada banyak petani teh di Purwakarta, dengan budidaya dan budaya pengolahan yang turun-temurun diadopsi dari generasi ke generasi.

Dalam era digital ini, kita tentu tergelitik untuk mengintip bagaimana petani teh di belahan bumi yang jauh di sana, seperti di Eropa atau di benua Amerika.

Kemudian yang bisa kita temukan adalah pertanian teh di Eropa timur, di Negara Georgia. Sebuah negara bekas runtuhan Uni Soviet.

Sebuah laporan dari kanal terkemuka Jerman, Deutsche Welle (DW), tentang tren baru pertanian organik di Georgia dan di Assam, India.

Baca Juga: Jangan obral cerita jika kamu bermimpi jenis ini, atau kamu akan celaka!

Minuman tradisional teh

Setelah air putih, teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Bagaimana tren terbaru minuman tradisional ini?

Pertanian teh yang berkelanjutan, diproduksi tanpa menggunakan pestisida, dengan cara yang aman terhadap keberlangsungan ekosistem.

Di Georgia, Balts Tomas Kaziliunas dan Hannes Saarpuu mengatakan sebelum jatuhnya Tirai Besi (Uni Soviet), Georgia memasok teh ke seluruh Eropa Timur. Iklim di negara itu sangat ideal untuk budidaya teh.

Tomas dan Hannes pergi ke Georgia dan tinggal di sana. Mereka menyewa perkebunan teh yang ternyata telah ditumbuhi terlalu banyak ilalang.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Analisa Usaha Manggis

Sabtu, 16 Juli 2022 | 04:00 WIB

7 BUMN ini akan dibubarkan!

Jumat, 15 Juli 2022 | 16:54 WIB

Benarkah inflasi di Indonesia terkendali?

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:51 WIB

Upaya OJK jaga stabilitas keuangan

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:41 WIB
X