• Selasa, 16 Agustus 2022

Kondisi APBN ditengah krisis perang Ukraina-Rusia

- Jumat, 3 Juni 2022 | 13:45 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022

Purwakarta Online - Dunia kini masih diliputi ketidakpastian pandemi dan meletusnya perang Ukraina–Rusia. Namun demikian, Indonesia hingga saat ini terbukti masih mampu menahan dampak krisis baik dari sisi kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

Semua itu tidak lepas dari peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, APBN menjadi instrumen kebijakan fiskal sangat fundamental dalam upaya pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.

Nah, dalam konteks ini Kementerian Keuangan, Senin (23/5/2023) baru saja melaporkan kinerja APBN hinggga April 2023. Seperti disampaikan Sri Mulyani Indrawati, Menkeu, kinerja APBN 2022 mencetak surplus Rp103,1 triliun atau setara 0,58 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per April tahun ini.

Baca Juga: Tata cara Sholat Ghaib, MUI serukan sholat ghaib untuk Eril, anak Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Surplus APBN hingga April ini jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang defisit Rp138,2 triliun atau 0,81 persen terhadap PDB. APBN dalam posisi surplus Rp103,1 triliun dibandingkan tahun lalu yang defisit.

Artinya, kinerja APBN mengalami pembalikan yang sangat cepat sekali atau 174 persen. Bahkan, dibandingkan bulan sebelumnya yang surplus anggarannya baru mencapai Rp10 triliun.

“Ini lonjakannya sangat tinggi,” tutur Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/5/2022).

Baca Juga: Timnas U-19 Indonesia kalahkan Ghana 1-0 di Toulun Cup 2022

Secara rinci, surplus April disebabkan oleh pendapatan negara yang tercatat Rp853,6 triliun atau meningkat 45,9 persen year on year (yoy). Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan pendapatan negara ini dinilainya sangat bagus, karena pada bulan lalu pertumbuhan pendapatan negara baru 31,1 persen.

Dari mana saja kontribusi kinerja APBN itu? Komponen pendapatan pajak tercatat Rp567,1 triliun atau tumbuh 51,5% (yoy), kemudian kepabeanan dan cukai tercatat Rp108,4 triliun atau tumbuh 37,7 persen (yoy), PNBP realisasinya Rp177,4 trilun atau tumbuh 35 persen (yoy).

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Analisa Usaha Manggis

Sabtu, 16 Juli 2022 | 04:00 WIB

7 BUMN ini akan dibubarkan!

Jumat, 15 Juli 2022 | 16:54 WIB

Benarkah inflasi di Indonesia terkendali?

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:51 WIB

Upaya OJK jaga stabilitas keuangan

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:41 WIB
X