• Selasa, 16 Agustus 2022

Pertemuan DWG G20 Kedua Fokus Penguatan UMKM

- Minggu, 29 Mei 2022 | 02:45 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan keterangan pers terkait hasil sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, 16 Februari 2022 (BPMI Setpres/Lukas).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan keterangan pers terkait hasil sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, 16 Februari 2022 (BPMI Setpres/Lukas).

Purwakarta Online - Sebagai bagian penting dari Presidensi G20 Indonesia 2022, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menggelar Pertemuan Kedua Kelompok Kerja Pembangunan/G20 2nd Development Working Group (DWG) Meeting di Yogyakarta pada 24-25 Mei 2022.

DWG merupakan salah satu kelompok kerja dari jalur sherpa yang bertujuan membahas isu-isu pembangunan di negara berkembang, negara tertinggal (Least Developed Countries/LDC), dan negara kepulauan (Small Island Developing States/SIDS).

DWG pertama kali dibentuk melalui Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Toronto, Kanada, pada 2010, dengan tugas utama untuk membahas agenda prioritas G20 dalam bidang pembangunan. Peran DWG mengidentifikasi tantangan-tantangan pembangunan, untuk kemudian merumuskan solusi-solusi terbaik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di negara berkembang dan berpendapatan rendah sebagai upaya mitigasi krisis finansial global.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Membaik! Produksi Sawit Melimpah

Ketika membuka G20 DWG Meeting 2022, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan pentingnya kesepahaman dan kerja sama seluruh negara anggota G20 dalam 2nd DWG Meeting yang dilaksanakan di Yogyakarta, 23--25 Mei 2022. Pertemuan dilakukan secara hibrida, baik dalam jaringan (daring/online) maupun luar jaringan (luring/offline).

"Saya yakin setiap negara memiliki posisi masing-masing yang unik, dengan perspektif yang beragam dalam setiap prosesnya. Namun, saya juga yakin, kita berbagi tujuan yang sama, yaitu untuk pemulihan yang lebih baik dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),” ujar Menteri Suharso, Selasa (24/5/2022).

Adapun 2nd DWG Meeting di hari pertama, pada 24 Mei 2022, mengundang masukan negara anggota G20 yang disampaikan dalam dua sesi. Sesi pertama, membahas Priority 1 - Strengthening the Recovery and Resilience in Developing Countries, LDCs and SIDS to Withstand Future Crises. Sesi kedua, mendiskusikan Priority 2 - Scaling Up Private and Blended Finance.

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Calon Jamaah Haji 2022. Fasilitas Sudah Siap!

"Saat ini, kita berhadapan dengan tantangan pembangunan yang belum pernah kita alami sebelumnya, yang diperkuat dengan pandemi dan ketegangan geopolitik. Hanya melalui multilateralisme yang terus diperbaharui, kita bisa melewati masa-masa menantang ini," tukas Menteri Suharso.

Diskusi yang berlangsung dalam 2nd DWG Meeting tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan Zero Draft of the G20 Roadmap to Stronger Recovery and Resilience in Developing Countries, Least Developed Countries (LDCs), and Small Island Developing States (SIDS) serta Zero Draft of the G20 Principles in Scaling Up Blended Finance in Developing Countries, LDCs, and SIDS.

Halaman:

Editor: Ichwansyah Wiradimadja

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Analisa Usaha Manggis

Sabtu, 16 Juli 2022 | 04:00 WIB

7 BUMN ini akan dibubarkan!

Jumat, 15 Juli 2022 | 16:54 WIB

Benarkah inflasi di Indonesia terkendali?

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:51 WIB

Upaya OJK jaga stabilitas keuangan

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:41 WIB
X