• Jumat, 7 Oktober 2022

Kenapa harus beli dan gunakan produk dalam negeri

- Minggu, 8 Mei 2022 | 10:31 WIB
Pameran produk UMKM dalam negeri dalam Trade, Industry, and Investment Working Group (TIIWG) Presidensi G20 di Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022).  (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/YU)
Pameran produk UMKM dalam negeri dalam Trade, Industry, and Investment Working Group (TIIWG) Presidensi G20 di Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/YU)

Purwakarta Online - Banyak industri kecil dan menengah Indonesia yang bisa memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh kantor dan sekolah. Oleh karena itu, pilih belanja dari industri local.

Pada 22 hingga 24 Maret 2022, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan business matching kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemerintah provinsi dan kabupaten/kota) dengan asosiasi dan perusahaan industri di kawasan Nusa Dua, Bali. Kegiatan itu sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi sebagai rangkaian Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Baca Juga: Prediksi Gus Dur Prabowo akan jadi Presiden jika sudah tua hampir jadi kenyataan

Business matching tahap kedua dilaksanakan di Jakarta, pada 11--21 April 2022, yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Kegiatan ini mengikutsertakan 32 perusahaan pelaku usaha binaan dalam showcase produk peralatan pertanian dan peralatan berat buatan pelaku usaha binaan Ditjen IKMA dan Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Ditjen ILMATE Kemenperin.

Dari potensi belanja pemerintah pusat dan daerah yang mencapai Rp1.071,4 triliun, Kemenperin meyakini, sebanyak Rp400 triliun akan terserap melalui belanja produk-produk dalam negeri selama 2022. Hasil simulasi yang dilakukan oleh BPS, dampak pembelian produk dalam negeri senilai Rp400 triliun dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,67 hingga 1,71 persen.

Baca Juga: Menghitung Biaya Haji 2022, Kloter pertama berangkat 4 Juni!

Jika pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69 persen pada 2021, ekonomi Indonesia dapat naik dengan memaksimalkan penggunaan produk lokal. Dengan memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri, ekonomi Indonesia diperkirakan akan terdongkrak hingga 5,36 persen hingga 5,4 persen.

“Business matching penting untuk menumbuhkan political will pejabat pemerintah dan BUMN agar meningkatkan belanja produk dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca Juga: Dimata Refly Jokowi takut kalah pamor dari Anies, Ngabalin langsung geram!

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Evaluasi Pelatihan BUM Desa oleh Kemendesa di Purwakarta

Senin, 12 September 2022 | 10:08 WIB

Guru Gembul : Kenaikan harga BBM adalah keharusan!

Selasa, 6 September 2022 | 22:30 WIB

Aneh, manggis di Wanayasa muncul pada bulan September!

Selasa, 6 September 2022 | 16:48 WIB

REASURANSI, begini cara kurator bereskan harta pailit!

Jumat, 2 September 2022 | 00:03 WIB

Konsep Perjanjian Reasuransi

Kamis, 1 September 2022 | 23:53 WIB

Mengenal perusahaan Reasuransi

Kamis, 1 September 2022 | 23:45 WIB

Untuk apa Reasuransi?

Kamis, 1 September 2022 | 23:41 WIB

Tips Jitu agar Terhindar dari Penipuan Asuransi

Kamis, 1 September 2022 | 23:35 WIB
X