• Senin, 25 September 2023

Pemerintah serius bangun Kalimantan, Proyek Kereta Api percepat laju ekonomi

- Jumat, 6 Mei 2022 | 09:59 WIB
Penandatanganan MoU Proyek Perkeretaapian antara PT INKA dengan Pemprov Kalimantan Tengah (Foto: PT INKA)
Penandatanganan MoU Proyek Perkeretaapian antara PT INKA dengan Pemprov Kalimantan Tengah (Foto: PT INKA)

Purwakarta Online - Pemerintah mengumumkan penandatanganan kesepakatan antara PT INKA (Persero) dengan Pemprov Kalteng untuk penyelenggaraan proyek perkeretaapian. Proyek strategis itu akan memacu laju perekonomian Kalteng, yaitu pada hari Rabu, 27 April 2022.

Dirut PT INKA (Persero), Budi Noviantoro menyatakan bahwa kesepakatan bersama tersebut merupakan bentuk respons yang baik dari pihak Pemprov Kalteng untuk pembangunan jalur kereta api di wilayahnya. Menurutnya, tim PT INKA (Persero) akan memerlukan bantuan dari seluruh elemen Pemprov Kalteng untuk membuat kajian awal untuk persyaratan pembuatan jalur kereta api.

“Nantinya kami akan melibatkan dari Pemprov Kalteng, Gubernur, Wagub, dan Sekda, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas PU, hingga Kepala Dinas Perhubungan. Sebab, di Kalimantan Tengah ini kondisi tanahnya sebagian masih berupa gambut. Nanti mohon bantuan karena ini baru jalur alternatif dan kami sudah membuat kajian awal dengan asumsi-asumsi yang kita belum tahu detail-detail kondisinya,” ungkap Budi, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Manfaat asuransi bagi nasabah adalah

Budi menambahkan, setelah ditandatanganinya kesepakatan itu, pihaknya akan membuat semacam survey trase dan prefeasibility study (Pre-FS) untuk melihat lebih detil kondisi tanah dan kondisi topografi untuk persyaratan pembangunan kereta api.

Rencananya, kereta api itu diperuntukkan untuk angkutan barang khususnya batubara dan mengangkut produk-produk dari food estate. Rel kereta api ini rencana membentang dari Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya menuju Batanjung Kabupaten, sekitar 600 kilometer.

“Kami tahu di sana ada pengembangan food estatesehingga memerlukan transportasi khususnya kereta api dengan skala lebih besar untuk bisa membawa produk-produk dari food estate ini untuk keluar Kalimantan Tengah dan yang lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Ciri-ciri fisik keturunan Prabu Siliwangi

Walaupun begitu, Budi menambahkan bahwa PT INKA (Persero) akan mencoba merintis angkutan-angkutan penumpang untuk sehingga bisa dipadukan antara gerbong barang dan kereta penumpang.

"Di sini nanti kita akan menggunakan lebar track dengan standard gauge, lebar 1435 mm, axle load-nya mudah-mudahan tanahnya memungkinkan untuk 22,5 ton," ucap Budi.

Dengan begitu, jalur tersebut bisa mengangkut batu bara, sekitar 30 juta ton per tahun, kemudian juga 1 juta ton padi atau beras. Kemudian ada dua atau tiga kereta penumpang dengan jenis kereta rel diesel elektrik (KRDE) di jalur sepanjang hampir 600 km, termasuk mengembangkan pelabuhan yang ada saat ini di Batanjung.

Baca Juga: Jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan kembali dibuka hari ini!

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menambahkan, pembangunan transportasi perkeretaapian di Kalteng telah tercantum dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah 2015--2035. Pemprov Kalteng telah merencanakan pengembangan sistem jaringan transportasi perketaapiaan yang terdiri dari lima rute yang memiliki potensi dalam membantu meningkatkan perekonomian dan kemudahan mobilitas bagi masyarakat.

Edy Pratowo juga mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik inisiasi yang dilakukan oleh PT INKA (Persero) dalam membantu dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan kajian rencana penyelenggaraan proyek perkeretaapian di Kalteng sebagaimana ditegaskan dalam rencana tata ruang dan wilayah.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X