• Rabu, 30 November 2022

Masjid Raya Baiturrahman yang Bernilai Sejarah Tinggi, Dibangun oleh Sultan Iskandar Muda 1612 Masehi!

- Selasa, 8 November 2022 | 14:00 WIB
Masjid Raya Baiturrahman dibangun Sultan Iskandar Muda dari Aceh Darussalam
Masjid Raya Baiturrahman dibangun Sultan Iskandar Muda dari Aceh Darussalam

PURWAKARTA ONLINE, Banda Aceh - Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh banyak mengalami perubahan, utamanya penataan lanskap dan penambahan fasilitas penunjang. Kini ada parkir bawah tanah dan 12 unit payung raksasa berpenggerak elektrik di sisi utara dan selatan halaman masjid.

Nanggroe Aceh Darussalam merupakan provinsi paling barat dari Indonesia dan letaknya di ujung utara Pulau Sumatra. Di provinsi berjuluk Sueramo Mekah atau Serambi Mekah tersebut terdapat sebuah masjid negara tepat di jantung Banda Aceh, pusat pemerintahan NAD. Namanya Masjid Raya Baiturrahman dan menjadi sebuah ikon pariwisata terkenal di Banda Aceh.

Bangunan utama masjid itu memiliki luas 4.000 meter persegi dan mampu menampung 13 ribu jamaah sebelum pandemi. Ketika musibah gempa berkekuatan 9 skala Richter diikuti terjangan gelombang tsunami setinggi 20 meter hingga memasuki pusat kota pada 26 Desember 2004 sekitar pukul 09.00 WIB, rumah ibadah umat Islam ini menjadi salah satu tempat warga kota berlindung.

Baca Juga: Situs Megalitik Tutari, Bukti Peradaban Prasejarah Papua!

Kala itu ribuan warga selamat karena berlarian menuju bagian dalam masjid meski ribuan lainnya tak beruntung dan meninggal dunia. Tidak sedikit dari jasad mereka ditemukan berada di halaman depan masjid berkalang lumpur dan sampah termasuk bangkai kendaraan bermotor.

Cerita pilu hampir 17 tahun itu perlahan sudah mulai bisa diterima masyarakat Aceh. Begitu juga bagi masjid yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektare berlokasi di Jl Muhammad Jam nomor 1, Desa Baru, Kecamatan Baiturrahman tersebut. Dengan cepat masjid ini bersolek dan kembali menjadi kebanggaan warganya sebagai salah satu tempat ibadah terbesar di Sumatra.

Hampir 11 tahun setelah peristiwa gempa dan tsunami atau tepatnya pada 28 Juli 2015, pemerintah setempat melakukan pembenahan pada lanskap dan infrastruktur masjid dengan melibatkan BUMN konstruksi, PT Waskita Karya.

Baca Juga: Ismail Bolong Minta Maaf Setelah Ngaku Setor Rp6 M ke Kabareskrim terkait Tambang Ilegal di kaltim!

Sebuah bangunan bawah tanah dibuat sebagai lokasi parkir kendaraan pengunjung dan jamaah berkapasitas 100 kendaraan roda empat dan sekitar 200 roda dua. Letaknya tepat mengelilingi bagian bawah Tugu Aceh Daerah Modal, sebuah menara setinggi 51 meter di sisi timur bangunan utama masjid.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Promosi Wisata, Selfie dan The Power of Millennials!

Selasa, 8 November 2022 | 10:00 WIB

Situ Begendit, Wisata Favorit di Garut Jawa Barat!

Senin, 7 November 2022 | 12:00 WIB

Demi Kelestarian Komodo, Pemerintah Batasi Kunjungan!

Senin, 7 November 2022 | 10:00 WIB

Wisata Danau Kaco, Mutiara Biru di Belantara Jambi!

Senin, 7 November 2022 | 06:00 WIB
X