trending

Selesaikan Kisruh Ini! Kekecewaan Agung Laksono dalam Perebutan Kursi Ketua Umum PMI

Jumat, 13 Desember 2024 | 09:05 WIB
Spesialis Pemecah Belah Organisasi ! Agung Laksono Dikecam Said Didu Usai Gelar Munas Tandingan PMI (Ist)


PURWAKARTA ONLINE – Persaingan sengit antara Jusuf Kalla dan Agung Laksono dalam pemilihan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) semakin memanas.

Dualisme kepemimpinan yang muncul pasca-Musyawarah Nasional (Munas) XXII PMI pada Desember 2024 telah memicu ketegangan di tubuh organisasi kemanusiaan ini.

Agung Laksono, yang merasa dirugikan dalam proses pencalonan, kini mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap cara penyelenggaraan munas serta prosedur yang dianggap tidak transparan.

Awal kisruh ini bermula ketika Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI petahana, mencalonkan diri kembali pada Munas PMI XXII yang digelar pada 8-10 Desember 2024.

Baca Juga: PAFI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kiat Sehat di Musim Hujan untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Namun, proses seleksi calon ketua umum menjadi kontroversial setelah Agung Laksono, yang turut maju sebagai calon, merasa tidak diberi ruang yang adil.

Agung mengklaim telah mendapatkan dukungan lebih dari 50 persen suara dari peserta Munas yang sah, namun ketika dukungan tersebut dihitung, hasilnya jauh berbeda.

Dukungan untuk Agung yang semula melebihi batas minimal 20 persen, secara mendadak turun drastis. Sebanyak 240 dukungan yang ia klaim sebagai syarat untuk maju sebagai calon, dianggap tak sah dan hanya 50 yang diterima oleh panitia.

Hal ini, menurut Agung, menciptakan kesan bahwa ada upaya untuk menjegal pencalonannya dan membuat Jusuf Kalla menjadi calon tunggal.

Baca Juga: Agung Laksono Gelar Munas PMI Sendiri! Jusuf Kalla Sebut Munas Tandingan Sebagai Pengkhianatan.

"Ini bukan hanya soal kalah atau menang. Tapi soal prosedur yang tidak transparan dan tidak sesuai dengan aturan organisasi," kata Agung dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Senin (9/12/2024).

Ia menilai bahwa pembatasan terhadap interupsi dan kritik dalam proses Munas menambah kekecewaan.

Menurutnya, banyak pengurus daerah yang kecewa dan akhirnya memilih untuk keluar dari Munas tersebut.

Sebagai bentuk protes terhadap dinamika yang tidak memadai, Agung Laksono dan para pendukungnya menyelenggarakan Munas tandingan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

Baca Juga: Jusuf Kalla Sebagai Ketum PMI Sebut Munas Tandingan Sebagai Pengkhianatan, Ini Alasannya!

Halaman:

Tags

Terkini