Trump Hadapi Dilema: TikTok Terancam Dilarang di AS, Bagaimana Nasib Pengguna Indonesia? Begini Jelasnya?

photo author
- Rabu, 22 Januari 2025 | 06:23 WIB
Presiden Donald Trump, yang memastikan pemulihan layanan TikTok bagi para pengguna di Amerika Serikat (Sumber: Asdarianto Putra Barli / Indonewstoday.com / Tangkapan layar YouTube @Arirang News)
Presiden Donald Trump, yang memastikan pemulihan layanan TikTok bagi para pengguna di Amerika Serikat (Sumber: Asdarianto Putra Barli / Indonewstoday.com / Tangkapan layar YouTube @Arirang News)

PURWAKARTA ONLINE - Keputusan besar kini berada di tangan Presiden baru Amerika Serikat, Donald Trump.

Di tengah pelantikannya yang berlangsung pada Senin (20/1), TikTok, aplikasi video pendek yang kini memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS, berada di ujung tanduk.

Undang-undang yang mengharuskan pemilik TikTok, ByteDance, menjual aplikasi ini atau menghentikan operasionalnya, telah disahkan oleh Kongres AS pada akhir 2024.

Namun, dalam sebuah langkah yang memicu perdebatan, Trump memutuskan untuk menunda pelaksanaan larangan TikTok selama 75 hari setelah pelantikan.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Keindahan Alam di Gua Jepang Pasir Langlang, Purwakarta

Keputusan ini memberi angin segar bagi TikTok dan membuka kemungkinan adanya negosiasi lanjutan.

Namun, pertanyaannya, bisakah TikTok bertahan lebih lama di AS? Dan apa dampaknya bagi Indonesia, negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar di dunia?

TikTok, yang diciptakan oleh ByteDance, menjadi sorotan setelah adanya kekhawatiran mengenai potensi pengaruh China dalam mengakses data pribadi pengguna.

Pemerintahan sebelumnya, di bawah Joe Biden, mengesahkan undang-undang yang menargetkan TikTok dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional.

Baca Juga: Asmara Gen Z: Sinetron Terbaru yang Menghipnotis Penonton, Kenapa Bisa Begitu Populer?

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan keputusan tersebut. Banyak yang menganggap larangan ini berlebihan dan berpotensi mengorbankan kebebasan berbicara.

Bahkan, Trump sempat memuji TikTok karena kontribusinya dalam menghubungkan dirinya dengan pemilih muda selama Pemilu 2024.

Dalam beberapa kesempatan, Trump mengusulkan solusi kompromi berupa usaha patungan antara AS dan ByteDance, meskipun hal ini masih dalam tahap perdebatan.

TikTok telah menguasai pasar digital di Indonesia dengan lebih dari 157 juta pengguna aktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X