Asal-usul Nama Cirebon: Dari Tegal Alang-Alang hingga Grage Menurut Sejarawan T.D. Sudjana

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Minggu, 14 Juli 2024 | 22:15 WIB
Asal Usul Nama dan Sejarah Cirebon, Caruban Replika Nusantara di Pesisir Pantai Utara Jawa Barat (Youtube @Si Mimen)
Asal Usul Nama dan Sejarah Cirebon, Caruban Replika Nusantara di Pesisir Pantai Utara Jawa Barat (Youtube @Si Mimen)

Purwakarta Online - Cirebon, sebuah kota yang kini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan dan sejarah di Jawa Barat, memiliki asal-usul nama yang kaya akan makna historis. Sejarawan T.D. Sudjana memberikan catatan rinci tentang bagaimana nama ini berevolusi dari masa ke masa.

Perjalanan Pangeran Walangsungsang

Menurut T.D. Sudjana, kisah bermula dari seorang bangsawan bernama Pangeran Walangsungsang yang juga dikenal dengan julukan Ki Somadullah. Ia menerima perintah dari gurunya, Syekh Datukh Kahfi atau Syekh Nurjati atau Syekh Idhofi, untuk pergi ke sebuah daerah pesisir yang saat itu disebut Dukuh Kebon Pesisir. Perintah ini diberikan pada 1 Sura 1367 Saka, yang bertepatan dengan 1 Muharam 1445 Masehi.

Baca Juga: Persib Bandung Akan Kedatangan Striker Baru, Bojan Hodak Menegaskan Ini!

Pendirian Padukuhan Tegal Alang-Alang

Sesampainya di sana, Pangeran Walangsungsang mendirikan sebuah padukuhan yang awalnya dinamakan Tegal Alang-Alang, yang kini dikenal sebagai Lemahwungkuk. Seiring berjalannya waktu, nama ini mengalami beberapa perubahan sejalan dengan perkembangan masyarakat dan budaya setempat.

Dari Dukuh Sarumban ke Caruban

Padukuhan tersebut kemudian dikenal dengan nama Dukuh Sarumban. Nama ini berarti pusat percampuran penduduk, mencerminkan keragaman etnis dan budaya yang mulai berkembang di wilayah tersebut. Perubahan nama ini tidak berhenti di sini; Dukuh Sarumban lambat laun disebut sebagai Caruban. Nama ini mengindikasikan proses asimilasi dan akulturasi yang intens terjadi di daerah tersebut.

Baca Juga: Erik Ten Hag: Harapan Baru Bagi Jadon Sancho Setelah Mengalami Masa Sulit

Evolusi Nama menjadi Cirebon

Selanjutnya, sebutan Caruban mengalami penyederhanaan menjadi Carbon, dan akhirnya menjadi Cirebon. Masyarakat lokal sering menyebut kota ini sebagai "Negara Gede", yang berarti negara besar. Penyebutan ini kemudian beralih menjadi "Garage" dan akhirnya menjadi "Grage". Nama-nama ini mencerminkan perjalanan sejarah dan perubahan sosial yang dialami oleh wilayah tersebut.

Pemimpin Awal Cirebon

Penduduk awal Cirebon berjumlah sekitar 52 orang dan dipimpin oleh Ki Danusela atau Ki Gedeng Alang-Alang yang menjadi Kuwu pertama. Pangeran Cakrabuwana diangkat sebagai wakilnya dengan gelar Pangeran Cakrabumi. Kepemimpinan mereka menandai awal mula terbentuknya pemerintahan dan struktur sosial di Cirebon.

Baca Juga: Jafar Rohadi, Sosok di Balik Guru Gembul yang Kontroversial

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X