Pendamping Lokal Desa (PLD) Sumbersari, Enjang Sugianto, menjelaskan bahwa pembangunan ini muncul dari hasil musyawarah warga.
“Mulai dari Musdus, masuk RPJM Desa, lalu Musdes RKP Desa. Unsur masyarakat, termasuk kelompok tani, terlibat penuh sampai masuk APBDes. Jadi prosesnya sangat partisipatif,” jelas Enjang.
Pertanian memang menjadi penopang ekonomi utama warga Sumbersari, sehingga infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani sangat vital.
Monev Administrasi hingga Pemberdayaan
Selain fisik, tim juga mengecek kelengkapan administrasi.
Koordinator Pendamping Desa Kiarapedes, Muhamad Supenda Griana (Penda), mengingatkan pentingnya laporan tertib.
“Secara administrasi harus lengkap. Termasuk berita acara serah terima. Itu kami laporkan dalam aplikasi Monev DD Kementerian Desa,” terangnya.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Kiarapedes, Deni Mulyana, SE, juga memberi catatan tegas.
“Kita bukan audit ya, kita pengawasan dan pembinaan. Pelayanan harus diutamakan, kedisiplinan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Deni juga mengingatkan agar kewajiban pajak tidak sampai terlewat.
PKTD dan Dukungan untuk Pertanian
Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) juga dikunjungi. Tahun ini Sumbersari fokus membersihkan selokan yang menjadi batas permukiman dan sawah.
Seorang warga menjelaskan manfaatnya.
“Selokan ini penting untuk sawah. Karena hujan besar terus, air sempat meluap ke rumah warga. Setelah PKTD, alhamdulillah bersih dan air lancar,” ujarnya.
Pemeliharaan Sarana Olahraga