Bahlil Bongkar Pilihan Pilkada Lewat DPRD, Sindir Luka Pilkada Secara Langsung

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Selasa, 29 Juli 2025 | 09:06 WIB
Bahlil Lahadalia usul Pilkada dipilih DPRD, singgung konflik sosial akibat pemilu langsung dan budaya ketimuran. ((Instagram/bahlillahadalia))
Bahlil Lahadalia usul Pilkada dipilih DPRD, singgung konflik sosial akibat pemilu langsung dan budaya ketimuran. ((Instagram/bahlillahadalia))

PURWAKARTA ONLINEPernyataan mengejutkan datang dari Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang secara terbuka mendukung usulan agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilakukan oleh DPRD, bukan lagi secara langsung oleh rakyat.

Pendapat tersebut kembali ia tegaskan setelah sebelumnya disampaikan dalam HUT Golkar Desember 2024 lalu.

Pernyataan ini mencuat menyusul pernyataan serupa dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan ruang politik nasional.

"Sejak HUT Golkar, saya sudah katakan pentingnya penataan sistem demokrasi kita lewat perubahan undang-undang politik," ujar Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 28 Juli 2025.

Baca Juga: Link Video Full Andini Permata Dicari Netizen, Pakar Peringatkan Bahaya Malware!

Bahlil menjelaskan, usulan ini bukan hanya untuk pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota saja, tetapi juga mencakup sistem pemilihan legislatif (Pileg).

"Salah satu opsi yang bisa dikaji adalah pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Kenapa? Karena UUD 1945 tidak menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah harus langsung. Yang penting dilaksanakan secara demokratis," jelasnya.

Lebih dari sekadar usulan teknis, Bahlil menyoroti efek negatif dari pelaksanaan Pilkada langsung.

Menurutnya, terlalu banyak konflik sosial yang muncul akibat kontestasi politik di tingkat lokal.

Baca Juga: 29 Tahun Kudatuli, Ribka Tjiptaning Serukan Kebangkitan PDIP dan Desak Usut Aktor Militer

"Jujur saja, yang menang aja rasanya sakit, apalagi yang kalah?" kata Bahlil sambil menepuk dadanya, menggambarkan betapa emosionalnya suasana Pilkada.

Ia juga mengungkapkan banyak konflik antarwarga akibat beda pilihan saat Pilkada.

"Pilkada bikin tetangga yang dulu akrab jadi musuhan. Ada juga pasangan cerai gara-gara beda pilihan politik," tambahnya.

Pernyataan ini mengundang perhatian luas dari netizen dan pengamat politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X