Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia minta Sri Mulyani tambah DAK untuk genjot pertumbuhan investasi!

- Kamis, 1 Desember 2022 | 11:00 WIB
Menteri Investasi/ Kepala BPKP Bahlil Lahadalia. Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia minta Sri Mulyani tambah DAK untuk genjot pertumbuhan investasi! (setkab.go.id)
Menteri Investasi/ Kepala BPKP Bahlil Lahadalia. Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia minta Sri Mulyani tambah DAK untuk genjot pertumbuhan investasi! (setkab.go.id)

PURWAKARTA ONLINE, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk bisa menambah alokasi dana khusus (DAK) untuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Bahlil menyebut penambahan DAK akan memberi semangat DPMPTSP agar daerah bisa meningkatkan investasi yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Sejalan dengan arahan ibu Menkeu, katanya pertumbuhan ekonomi kalau di atas 5,3 persen, maka pertumbuhan investasi kita harus 6 persen. Sekarang baru 5 persen. Bu, 6 persen akan tercapai kalau DAK ditambah lagi. Pasti mereka kerja. Pasti mereka kerja, tambah semangat," kata Bahlil dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2022 di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Rhenald Kasali Kritik PHK Massal Ruangguru: Numpang Exit Lewat Isu Resesi!

Investasi menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2022, setelah konsumsi. Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,39 persen yoy menempati porsi 50,38 persen sementara investasi tumbuh 4,96 persen dan berkontribusi 28,55 persen.

Pada tahun 2022, investasi ditargetkan bisa mencapai Rp1.200 triliun demi mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

"Kami janji di depan Bapak Presiden, atas rekomendasi DPMPTSP, Insya Allah tahun ini Rp1.200 triliun akan tercapai," ungkap Bahlil.

Baca Juga: Wanita lebih memilih pria banyak duit meskipun anu-nya kecil!

Dalam catatan BKPM, hingga September 2022, realisasi investasi mencapai Rp894 triliun atau 74,4 persen dari target Rp1.200 triliun.

"Mohon maaf DPMPTSP ini kan garda terdepan untuk mengurus investor tapi dinas mereka ini dijadikan dinas nomor tiga di kabupaten, kota dan provinsi. Padahal ibu Menkeu sama Bapak Presiden mengarahkan untuk investasi harus ditingkatkan apalagi defisit anggaran kita sudah turun di bawah 3 persen," katanya.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Cara agar anda tidak terjebak pinjol ilegal!

Senin, 9 Januari 2023 | 16:15 WIB

Suku bunga Fed melambat, harga Emas melonjak!

Sabtu, 7 Januari 2023 | 21:51 WIB

Harga BBM di Italia Rp30 ribu per liter!

Jumat, 6 Januari 2023 | 09:00 WIB
X