Bank of America sebut Resesi dapat paksa Fed turunkan suku bunga, imbal hasil jatuh!

- Rabu, 30 November 2022 | 09:00 WIB
Ditengah isu resesi, CEO Bank of America dan JP Morgan masih optimis dengan kondisi ekonomi Amerika  (Image by PublicDomainPNG.com from Pixabay )
Ditengah isu resesi, CEO Bank of America dan JP Morgan masih optimis dengan kondisi ekonomi Amerika (Image by PublicDomainPNG.com from Pixabay )


PURWAKARTA ONLINE, Jakarta - Bank of America (BofA) memperkirakan bahwa resesi ekonomi dapat memaksa Federal Reserve memperlambat pengetatan moneter pada tahun depan untuk merangsang ekonomi yang menyusut dan mengirimkan imbal hasil obligasi pemerintah lebih rendah.

BofA yakin ekonomi AS akan memasuki resesi sekitar pertengahan tahun depan, mendorong Fed untuk memangkas suku bunga pada akhir 2023 dan mengirim imbal hasil - yang bergerak terbalik dengan harga - lebih rendah melintasi kurva, kata Mark Cabana, kepala strategi suku bunga AS di BofA, dalam presentasi media pada Selasa (29/11/2022).

Perlambatan yang diproyeksikan dalam kenaikan suku bunga juga akan meredam beberapa volatilitas yang melanda investor tahun ini, yang melihat penurunan tajam dalam harga saham dan obligasi, kata Cabana.

Baca Juga: Video syur 38 Menit viral, Denise Chariesta malah tantang Si Penyebar!

"The Fed kemungkinan akan menunjukkan tanda-tanda menjadi sukses dalam upaya mereka untuk mengendalikan inflasi dengan melunakkan pasar tenaga kerja," katanya.

"Itu mungkin juga akan memungkinkan volatilitas dalam suku bunga dan lintas pasar untuk menekan sampai batas tertentu."

The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 375 basis poin sepanjang tahun ini sebagai upaya untuk menurunkan inflasi tertinggi dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Kampanye LGBT Eropa ingin susupi Piala Dunia 2022 Qatar, Begini tanggapan Gus Baha!

Cabana memperkirakan bank sentral menaikkan suku bunga tiga kali lagi hingga mencapai suku bunga terminal 5,25 persen pada Maret. Pembuat kebijakan kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada Desember 2023, katanya.

Imbal hasil obligasi pemerintah sepuluh tahun - acuan global untuk sejumlah kelas aset lainnya - diperkirakan menurun dari 4,0 persen pada kuartal pertama tahun depan menjadi 3,25 persen pada akhir tahun, kata Cabana.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Cara agar anda tidak terjebak pinjol ilegal!

Senin, 9 Januari 2023 | 16:15 WIB

Suku bunga Fed melambat, harga Emas melonjak!

Sabtu, 7 Januari 2023 | 21:51 WIB

Harga BBM di Italia Rp30 ribu per liter!

Jumat, 6 Januari 2023 | 09:00 WIB
X