• Kamis, 8 Desember 2022

PGAT Caturtunggal Gelar Syawalan, Warga Inginkan Gejayan Bersih dari Segala Aktivitas Demonstrasi!

- Senin, 30 Mei 2022 | 07:48 WIB
PGAT Caturtunggal menggelar Syawalan peringatan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
PGAT Caturtunggal menggelar Syawalan peringatan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Purwakarta Online | Yogyakarta - Kelompok masyarakat Paguyuban Gejayan Ayem Tentrem (PGAT) Caturtunggal menggelar kegiatan Syawalan atau Halal Bi Halal untuk melengkapi peringatan Hari Raya Idul Fitri sekaligus menyempurnakan ibadah di bulan Ramadan 1443 Hijriah.

Tradisi Syawalan yang merupakan agenda rutin tahunan ini dilaksanakan oleh PGAT Caturtunggal di salah satu tempat yang masih berada wilayah Gejayan (Jalan Affandi), Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain menjaga tradisi, Syawalan kali ini menjadi momentum untuk menyampaikan kepada masyarakat luas bahwasanya PGAT Caturtunggal bersama segenap warga Gejayan tetap konsisten dan sepakat menjaga wilayah Gejayan bersih dari segala aktivitas atau berbagai kegiatan unjuk rasa maupun demonstrasi seperti Gejayan Memanggil.

"Di bulan yang penuh berkah ini, tidak lupa PGAT Caturtunggal turut mengucapkan Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan dan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Jogja melalui media spanduk yang dipasang di wilayah kami," ujar Iwan selaku Koordinator PGAT Caturtunggal wilayah Gejayan, Kamis 26 Mei 2022.

Iwan menuturkan, selain untuk menjaga agar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, tujuan PGAT Caturtunggal bersama warga menolak segala bentuk aksi unjuk rasa di Gejayan adalah demi untuk menjaga kenyamanan supaya aktivitas perekonomian di wilayah Kalurahan Caturtunggal dan sekitarnya bisa tetap berjalan.

"Mengingat banyak sekali pelaku usaha di wilayah kami," ungkapnya.

Sementara itu, Budi selaku Koordinator PGAT Caturtunggal wilayah Papringan menyampaikan, tradisi Syawalan ini adalah acara yang akan selalu rutin diadakan.

Hal ini selain untuk mempererat tali silaturuahmi antar warga Caturtunggal, Depok, Sleman juga menjadi tonggak untuk menyerukan kepada masyarakat Jogja bahwa wilayah Caturtunggal bukan tempat untuk meyalurkan aspirasi melalui demonstrasi.

"Imej yang sudah terlanjur terbentuk di masyarakat bahwa pertigaan Gejayan adalah lokasi untuk berunjuk rasa harus dihapuskan," ucapnya.

"Sebab, demo yang dibanjiri ribuan massa seperti Gejayan Memanggil maupun aksi-aksi lainnya sangat merugikan kami warga asli Caturtunggal dan para pelaku usaha di sektor ekonomi," imbuh Budi.***

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memaknai Sumpah Pemuda di Indonesia Pasca Pandemi!

Senin, 24 Oktober 2022 | 14:24 WIB

Apa Kabar BBM Satu Harga di Kalimantan?

Senin, 24 Oktober 2022 | 11:59 WIB

Cegah Korupsi, Wujudkan Buton Tengah TEGAR!

Senin, 10 Oktober 2022 | 19:20 WIB

Kesaktian Pancasila, Motivasi Kaum Milenial Muna!

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:19 WIB

Pas Band paling ditunggu di Gus Muhaimin Festival!

Kamis, 11 Agustus 2022 | 05:00 WIB

Irman Sahrul: Otokritik Seorang Mahasiswa!

Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:00 WIB

Lirik Mars KTNA, Kontak Tani Nelayan Andalan

Senin, 4 Juli 2022 | 12:59 WIB

Car Free Night di Purwakarta Kembali Dibuka!

Minggu, 12 Juni 2022 | 14:59 WIB

Amerika kurang slow living!

Kamis, 26 Mei 2022 | 23:59 WIB
X