PURWAKARTA ONLINE - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya perlawanan terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkannya.
Ia menyebutkan bahwa beberapa pihak merasa sudah kebal hukum dan berkuasa di birokrasi, bahkan seperti "raja kecil".
Dalam sambutannya pada Pembukaan Kongres XVIII Muslimat NU, Surabaya, pada 10 Februari 2025, Prabowo tidak merinci siapa saja pihak yang melawan.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Babak Playoff Degradasi Liga 2 2024-2025
Namun, ia menyebut bahwa ada wartawan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diperintahkan untuk menyerangnya.
Prabowo, Tidak Takut Perlawanan
Prabowo mengaku tidak takut dengan perlawanan tersebut.
Ia menegaskan bahwa dukungan dari masyarakat, terutama emak-emak, memberikan kekuatan untuk melawan berbagai hambatan.
"Saya lebih takut emak-emak daripada mereka," kata Prabowo.
Baca Juga: Kecap Tumpah di Purwakarta: Penyebab Kemacetan Parah di Jalur Arteri Jakarta-Bandung
Efisiensi Anggaran untuk Program Prioritas
Prabowo menekankan pentingnya efisiensi anggaran agar program-program pemerintah dapat berjalan efektif.
Program seperti makan bergizi gratis (MBG) dan perbaikan sekolah-sekolah rusak menjadi prioritas utama.
Penghematan untuk Kurangi Pengeluaran Mubazir