Majalah ini menjadi media perjuangan nasionalisme, meskipun akhirnya dihentikan oleh pemerintah kolonial.
Persatoean Indonesia, Corong Perjuangan PNI
Pada 1927, Sukarno mendirikan surat kabar Persatoean Indonesia sebagai corong Partai Nasional Indonesia (PNI).
Baca Juga: Penyitaan Hotel Aruss Semarang, Begini Respons Manajemen!
Surat kabar ini dicetak dengan bahasa Indonesia sepenuhnya, menjadikannya alat untuk menyebarkan semangat kebangsaan.
Namun, aktivitas ini juga membawa risiko besar.
Pada 1929, surat kabar tersebut berhenti terbit karena tekanan dari pemerintah kolonial, yang kemudian menangkap Sukarno dengan tuduhan makar.***