PURWAKARTA ONLINE - Mulai Juli 2025, sistem BPJS Kesehatan yang sebelumnya dibagi dalam tiga kelas (Kelas I, II, dan III) akan dihapus dan digantikan dengan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Meskipun sistem ini masih dalam tahap implementasi bertahap, perubahan tersebut membawa dampak besar bagi jutaan peserta BPJS Kesehatan di Indonesia.
Lantas, bagaimana dengan iuran BPJS Kesehatan yang berlaku saat ini? Berikut adalah penjelasan mengenai perubahan tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap iuran peserta.
Apa Itu Sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS)?
Sistem KRIS dirancang untuk memberikan pelayanan rawat inap dengan standar yang setara bagi semua peserta BPJS Kesehatan.
Penghapusan kelas BPJS 1, 2, dan 3 ini bertujuan untuk menyederhanakan sistem layanan kesehatan, memastikan tidak ada diskriminasi antar peserta berdasarkan kelas yang mereka pilih.
Semua peserta akan mendapatkan hak yang setara dalam hal pelayanan kesehatan, dengan kualitas yang sama tanpa perlu khawatir tentang biaya rawat inap yang berbeda-beda.
Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, implementasi sistem KRIS ini sudah dimulai secara bertahap sejak tahun 2024 dan akan sepenuhnya diterapkan pada 30 Juni 2025.
Meskipun demikian, iuran BPJS Kesehatan untuk tahun 2025 belum mengalami perubahan signifikan, dengan rencana penetapan iuran baru pada 1 Juli 2025.
Baca Juga: Kratom: Daun Surga dari Indonesia yang Laku Keras di Pasar Internasional
Iuran BPJS Kesehatan 2025: Masih Sama atau Ada Perubahan?
Bagi peserta BPJS Kesehatan yang saat ini terdaftar dalam kelas I, II, atau III, penting untuk mengetahui bahwa iuran yang berlaku hingga saat ini masih tetap sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022.
Iuran untuk peserta bukan penerima upah (PBPU) dan peserta pekerja penerima upah (PPU) belum berubah hingga adanya keputusan resmi dari pemerintah terkait dengan iuran baru yang akan ditetapkan pada Juli 2025.