Masa inkubasinya berkisar 3-5 hari, dan gejalanya dapat berlangsung hingga seminggu.
Menurut CDC, tidak ada terapi antivirus atau vaksin untuk HMPV.
Untuk mengurangi risiko, langkah pencegahan seperti memakai masker, menjaga jarak sosial, mencuci tangan, dan memastikan ventilasi ruangan yang baik sangat dianjurkan.
Baca Juga: HMPV Mengintai! Virus Pernapasan Baru Melonjak di China, Apakah Indonesia Aman?
Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus HMPV di Indonesia.
"Namun, masyarakat tetap harus waspada, terutama saat cuaca dingin yang memicu peningkatan penyakit pernapasan," tegasnya.
Penelitian menunjukkan bahwa insiden HMPV meningkat tiga kali lipat di beberapa negara setelah pandemi COVID-19.
Baca Juga: UMK Kota Bekasi 2025 Tertinggi di Indonesia, Naik Jadi Rp 5.690.752
Hal ini diyakini akibat berkurangnya paparan terhadap virus selama periode pencegahan ketat.***
Artikel Terkait
Mengurai Mitos Prabu Siliwangi, Dari Naskah Kuno ke Fakta Sejarah
Dampak Kenaikan UMK Bekasi 2025, Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja?
Wabah Virus HMPV Menyerang China, Apa Tanggapan Kemenkes RI?
Kasus Virus HMPV China Meningkat, Reaksi Kemenkes RI ?
PERSIB Siap Hadapi Laga unda Lawan Bali United, Zalnando Kembali Bergabung
Spoiler Aku Tak Membenci Hujan Episode 8: Finale yang Mengejutkan dan Menegangkan!
Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan PLN Daya 2.200 VA
Cara Mendapatkan Diskon Listrik 50% dari Pemerintah
Hati-hati Wabah HMPV, Ancaman Baru Setelah Pandemi COVID-19
China Digemparka Virus Musiman yang Mengguncang Dunia Kesehatan