Bahkan setelah lebih dari 13 tahun perang yang menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan jutaan pengungsi, Assad tetap mempertahankan hubungan erat dengan kelompok-kelompok militan tertentu, termasuk Hamas dan Hizbullah, yang mendapatkan dukungan dari Iran.
Keberhasilan pemberontak menguasai Damaskus dan pelarian Assad mengakhiri dinasti keluarga yang memerintah Suriah sejak 1970, saat ayahnya, Hafez al-Assad, pertama kali merebut kekuasaan melalui kudeta.
Di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad, Suriah telah melewati banyak tantangan besar, mulai dari sanksi internasional, pemberontakan domestik, hingga serangan militer besar-besaran yang menghancurkan infrastruktur negara.
Kini, dunia tengah menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya di Suriah. Kekuatan pemberontak yang telah berhasil menggulingkan rezim Assad kemungkinan akan menghadapi tantangan besar dalam mengelola negara yang telah porak-poranda akibat perang.
Baca Juga: PERSIB Bandung Incar Kemenangan di Solo Kontra Di Pekan Ke-13 BRI Liga 1 2024/25
Sementara itu, peran Rusia, yang masih menjadi pemain utama di Suriah, akan menjadi kunci untuk masa depan kawasan tersebut.***
Artikel Terkait
Cara Menggunakan Meta AI di WhatsApp
Tak Sanggup Jadi Pejabat, Keputusan Gus Miftah Mundur dari Kabinet: Sebuah Pembelajaran bagi Prabowo
Damaskus Jatuh ke Tangan Pemberontak, Presiden Suriah Bashar Al-Assad Dikabarkan Melarikan Diri!
Bashar Al Assad Kabur, Damaskus Jatuh ke Tangan Pemberontak! Era Baru Suriah Dimulai
PSS Sleman vs PERSIB, Duel Sengit di Pekan Ke-13 Liga 1 2024/25
Bojan Hodak Akui Tantangan Besar Hadapi PSS Sleman
PSS Sleman Tantangan PERSIB di Manahan Solo
Ciro Alves Siap Tampil Maksimal Di Laga PERSIB Lawan PSS Sleman
Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad: Permasalahan Internal yang Memicu Perang Saudara
Pemberontak Gulingkan Presiden Suriah Bashar Al-Assad, Ini Kelompoknya!