Presiden Suriah Bashar al-Assad Digulingkan Pemberontak, Diduga Ada Bantuan Israel

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Senin, 9 Desember 2024 | 17:35 WIB
Presiden Suriah Bashar Al Assad dalam foto bertanggal 17 Mei 2018 yang dikeluarkan kantor kepresidenan Rusia, Kremlin. (Kremlin via Wikimedia Commons)
Presiden Suriah Bashar Al Assad dalam foto bertanggal 17 Mei 2018 yang dikeluarkan kantor kepresidenan Rusia, Kremlin. (Kremlin via Wikimedia Commons)

Bahkan setelah lebih dari 13 tahun perang yang menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan jutaan pengungsi, Assad tetap mempertahankan hubungan erat dengan kelompok-kelompok militan tertentu, termasuk Hamas dan Hizbullah, yang mendapatkan dukungan dari Iran.

Keberhasilan pemberontak menguasai Damaskus dan pelarian Assad mengakhiri dinasti keluarga yang memerintah Suriah sejak 1970, saat ayahnya, Hafez al-Assad, pertama kali merebut kekuasaan melalui kudeta.

Di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad, Suriah telah melewati banyak tantangan besar, mulai dari sanksi internasional, pemberontakan domestik, hingga serangan militer besar-besaran yang menghancurkan infrastruktur negara.

Kini, dunia tengah menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya di Suriah. Kekuatan pemberontak yang telah berhasil menggulingkan rezim Assad kemungkinan akan menghadapi tantangan besar dalam mengelola negara yang telah porak-poranda akibat perang.

Baca Juga: PERSIB Bandung Incar Kemenangan di Solo Kontra Di Pekan Ke-13 BRI Liga 1 2024/25

Sementara itu, peran Rusia, yang masih menjadi pemain utama di Suriah, akan menjadi kunci untuk masa depan kawasan tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X