Gempa Megathrust Bali: Ancaman Besar dari Zona Seismic Gap yang Bikin Masyarakat Waspada!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Rabu, 21 Agustus 2024 | 16:54 WIB
Bahaya Megathrust bila benar terjadi (Tangkapan layar Youtube Creative Hamdi)
Bahaya Megathrust bila benar terjadi (Tangkapan layar Youtube Creative Hamdi)

PURWAKARTA ONLINE - Belum lama ini, dunia diguncang oleh berita gempa megathrust yang mengguncang Jepang Selatan pada 8 Agustus 2024.

Guncangan dahsyat dengan magnitudo 6,9 yang diikuti oleh gempa susulan berkekuatan M7,1 di Laut Hyuga Nada, Prefektur Miyazaki, Pulau Kyushu, telah menimbulkan kepanikan dan peringatan dini tsunami.

Namun, dampaknya tak hanya terasa di Jepang; berita ini turut memicu kekhawatiran di Indonesia, khususnya di Bali, terkait potensi gempa megathrust yang dapat menghantam wilayah tersebut.

Dampak Global dan Kewaspadaan di Bali

Seiring dengan dampak gempa di Jepang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tentang potensi guncangan megathrust di Indonesia.

Kepala BMKG, Daryono, menekankan bahwa meskipun gempa megathrust di Indonesia tidak berpotensi merusak seperti yang terjadi di Jepang, potensi tsunami yang dapat ditimbulkan tetap harus diwaspadai.

"Kendati dampak guncangan Megathrust di Indonesia tidak berpotensi merusak, namun justru berpotensi memicu tsunami," ujar Daryono.

Baca Juga: Pratama Arhan Dikhianati? Azizah Salsha Diduga Selingkuh dengan Salim Nauderer di Kamar Hotel!

Potensi Gempa Megathrust di Indonesia

Pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah Jakarta dan Bali berpotensi terkena dampak dari gempa megathrust ini?

Berdasarkan informasi yang ada, beberapa wilayah di Indonesia memang berpotensi terkena dampak dari gempa megathrust, terutama yang melibatkan zona seismic gap, seperti di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

Daryono menjelaskan bahwa Megathrust Selat Sunda berpotensi menghasilkan gempa besar dengan kekuatan maksimal mencapai 8,7 magnitudo, sementara Megathrust Mentawai-Siberut dapat mencapai 8,9 magnitudo.

"Segmen-segmen sumber gempa di sekitarnya sudah semuanya merilis gempa, sementara gempa zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut hingga kini belum terjadi," kata Daryono.

Baca Juga: Zize Selingkuh? Begini Kata Mertua!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X