Tanggapi pelegalan ganja di beberapa negara, Zaenx: Indonesia lebih kaya!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:46 WIB
Zaenx tanggapi pelegalan ganja di beberapa negara (Purwakarta Online )
Zaenx tanggapi pelegalan ganja di beberapa negara (Purwakarta Online )

PURWAKARTA ONLINE - Presiden Kampung Atas, Asep Rahmat Saleh Setiaji, SH atau yang biasa dipanggil Zaenx menanggapi pelegalan ganja di beberapa negara.

Menurut Zaenx, Indonesia lebih kaya dari negara-negara lain dalam hal tanaman yang memiliki kemiripan efek dengan ganja jika dikonsumsi.

Zaenx menyebutkan ada beberapa tanaman yang mudah ditemukan di sekitar pekarangan rumah warga di Indonesia, yang jika dikonsumsi akan 'memabukkan'.

"Sebut saja, terong esot, kucubung. Itu efeknya lebih dari ganja," ujar Zaenx.

Baca Juga: Widi Vierra keluar dari Band Vierratale, fans jadi pada galau!

Terong esot, kata Zaenx, memiliki efek yang lebih kuat dari ganja, tapi tidak 'dilarang' oleh pemerintah.

"Itu tidak dilarang (oleh Pemerintah) padahal bahaya loh jika disalahgunakan," kata Zaenx.

Selain terong esot, ada tanaman yang disebut kucubung (kecubung), tanaman yang mudah sekali ditemukan di halaman rumah.

Kecubung ditanam sebagai bunga penghias pekarangan, namun jika dikonsumsi maka bisa 'gila' sementara.

Baca Juga: Partai Ummat tidak lolos jadi peserta Pemilu 2024, Musni Umar: Intervensi Habisi Amien Rais dan lindungi PAN!

Bahkan ada mitos, jika ada yang mengkonsumsi kecubung, kemudian pohonnya ditebas, yang mengkonsumsi akan gila permanen.

Zaenx melakukan diskusi ringan dengan seorang mahasiswa Universitas Terbuka yang beberapa bulan yang lalu mengangkat petani Kampung Atas dalam jurnal.

Mahasiswa tersebut bernama Ichwansyah Wiradimadja, juara ke-2 pada Internasional Seminar of Science and Technology yang diikuti 20 negara di dunia.

Disclaimer: Konten ini tidak menganjurkan penyalahgunaan tanaman yang memabukkan. Tetapi sebagai tambahan informasi untuk meningkatkan kewaspadaan, mengenai tanaman yang mengandung zat yang berbahaya jika sampai dikonsumsi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X