Pada 1726, kopi dari Jawa membanjiri pasar Eropa, dengan ekspor mencapai lebih dari 2.000 ton.
Popularitasnya bahkan menggeser kopi mocha dari Yaman yang sebelumnya mendominasi pasar.
Java Coffee pun menjadi nama ikonik untuk kopi berkualitas dari Indonesia.
Baca Juga: Manja Mooy dan Pratu Andi Tambaru, Cinta Terpisah Azal
Jejak Kopi di Indonesia
Perkebunan kopi terus berkembang, didukung infrastruktur seperti jalan dan rel kereta api.
Namun, serangan hama pada akhir abad ke-19 meluluhlantakkan industri kopi Arabika.
Belanda kemudian mengganti tanaman dengan varietas Robusta yang lebih tahan hama.
Hingga kini, Robusta mendominasi produksi kopi nasional, mencapai 90%.
Meski kopi Indonesia terkenal di dunia, ironi terjadi di dalam negeri.
Baca Juga: Alternatif Streaming Resmi untuk Menonton Film 365 Days Sub Indo
Sebagian besar rakyat Indonesia hanya mengonsumsi kopi kelas dua, sementara biji terbaik diekspor atau kembali masuk dalam bentuk produk premium seperti Starbucks dan Coffee Bean.***