Berhentinya Operasional Bus Trans Metro Dewata di Bali: Dampaknya Bagi Sopir, Penumpang, dan Solusi yang Diharapkan

photo author
Reza Ainudin, Purwakarta Online
- Senin, 6 Januari 2025 | 06:55 WIB
Teman Bus Trans Metro Dewata Akan Berbayar, Ini Cara Membayar dan Tarifnya (Instagram @teman_bus)
Teman Bus Trans Metro Dewata Akan Berbayar, Ini Cara Membayar dan Tarifnya (Instagram @teman_bus)

PURWAKARTA ONLINE - Pada 1 Januari 2025, operasional bus Trans Metro Dewata (TMD) di Bali secara resmi dihentikan, menyisakan dampak signifikan bagi berbagai pihak, mulai dari sopir hingga penumpang.

Keputusan ini tidak hanya mempengaruhi perjalanan harian masyarakat Bali, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup ribuan sopir yang mengandalkan bus berwarna merah dan hitam ini sebagai mata pencaharian utama.

Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang penyebab penghentian operasional bus TMD, dampaknya terhadap warga Bali, serta solusi yang diharapkan oleh masyarakat dan pihak terkait.

Mengapa Bus Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi?

Pada dasarnya, penghentian operasional bus TMD tidak terjadi begitu saja. Kementerian Perhubungan telah menyerahkan pengelolaan bus kota tersebut kepada Pemerintah Provinsi Bali.

Baca Juga: Harga BBM Terbaru Januari 2025: Kenaikan Harga di SPBU Indonesia, Apa Dampaknya?

Namun, Pemprov Bali tidak mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mendukung kelangsungan operasional bus ini.

Sebagai akibatnya, transportasi publik yang sebelumnya menjadi andalan warga Bali untuk bepergian sehari-hari akhirnya terpaksa dihentikan.

Dampak Penghentian Bus TMD bagi Sopir dan Penumpang

Bagi para sopir, penghentian operasional bus TMD berarti ancaman kehilangan mata pencaharian. Mereka yang selama ini mengemudikan bus TMD, yang akrab disebut bus 'Tayo', harus menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Beberapa sopir menyatakan harapan bahwa ada solusi yang bisa ditemukan untuk mereka, bahkan mereka tetap optimis bahwa pihak terkait akan berusaha agar bus TMD bisa kembali beroperasi.

Bagi penumpang, terutama warga penyandang disabilitas, penghentian ini juga membawa kesulitan besar.

Baca Juga: Rahasia Dua Pramugari Selamat dari Tragedi Jeju Air: Kenapa Tempat Duduk di Belakang Pesawat Bisa Menyelamatkan Nyawa?

Sebagai contoh, Vincensius (39), seorang penyandang disabilitas, mengungkapkan rasa kecewanya karena kesulitan berangkat bekerja setelah bus TMD tidak lagi beroperasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Reza Ainudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X