Gondonga? Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Pencegahan

photo author
Adi Mulyadi, Purwakarta Online
- Sabtu, 16 November 2024 | 06:00 WIB
penyakit gondongan atau mumps (ayosehat.kemkes.go.id)
penyakit gondongan atau mumps (ayosehat.kemkes.go.id)

PURWAKARTA ONLINE - Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus.

Infeksi ini menyerang kelenjar parotis yang memproduksi air liur, menyebabkan pembengkakan di pipi dan rahang.

Gondongan mudah menular melalui percikan air liur penderita.

Penyakit ini memerlukan penanganan tepat untuk mencegah komplikasi serius.

Baca Juga: 7 Manfaat Minyak Kemiri untuk Kesehatan dan Kecantikan Rambut Anda

Penyebab Gondongan

Gondongan terjadi karena virus paramyxovirus yang menyerang tubuh.

Virus ini masuk dan menyebabkan peradangan kelenjar parotis.

Penyebaran virus dapat terjadi melalui:

  • Percikan air liur saat batuk, bersin, atau berbicara.
  • Kontak langsung, seperti berciuman.
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus.
  • Berbagi alat makan dan minum.

Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh November 2024: Keutamaan, Niat, dan Waktu Pelaksanaan

Faktor risiko gondongan meliputi:

  • Belum mendapat vaksin MMR.
  • Anak usia 2–12 tahun.
  • Sistem imun lemah.
  • Tinggal di daerah dengan kasus gondongan tinggi.

Gejala Gondongan

Gejala gondongan muncul 12–25 hari setelah infeksi. Beberapa tanda gondongan meliputi:

  • Pembengkakan pipi di satu atau kedua sisi.
  • Nyeri saat mengunyah atau menelan.
  • Demam hingga 39°C.
  • Mulut kering.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri sendi atau perut.
  • Mudah lelah dan hilang nafsu makan.

Pada beberapa kasus, gejala bisa ringan atau tidak muncul sama sekali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adi Mulyadi

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X