Produktivitas Padi Capai 5,4 Kg per Ubinan
Dalam kegiatan ubinan yang dilakukan pada 3 Juni 2025 di Desa Ciracas, hasil panen mencapai 5,4 kg per ubinan.
Koordinator Penyuluh Pertanian, Nana Sumarna, MP, menyebut hasil ini cukup baik untuk wilayah pegunungan.
“Petak sawah kecil dan terasering, jadi tantangannya beda. Tapi empati dan gotong royong petani di sini luar biasa,” ungkap Nana.
Ia juga menyebutkan bahwa penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) disesuaikan dengan medan.
Di Kiarapedes, petani menggunakan traktor kecil ukuran 5,5 hingga 6,5 VK.
Baca Juga: Hama Tikus Mirip Preman, Petugas POPT: Satu Mati, Teman-temannya Ngamuk!
Budaya Lokal Masih Kuat, Meski Teknologi Masuk
Meski teknologi pertanian mulai masuk, budaya lokal masih dipertahankan.
Ada petani yang masih memilih merontokkan padi secara manual (disebut “gebot”) agar buruh tani tetap memiliki pekerjaan.
“Ini bentuk empati yang tinggi. Bukan karena mereka tidak bisa memakai alat, tapi karena rasa kebersamaan,” jelas salah satu penyuluh.
Tantangan Lain: Penggerek Batang dan Pengetahuan Teknologi
Selain tikus, hama lain yang mengganggu adalah penggerek batang atau “bebeluk”.
Jika menyerang saat generatif, hasil panen bisa gagal.